Bogor (BIB) - Sebanyak 1.000 pemangku kepentingan di lingkungan pendidikan mengikuti sosialisasi Penguatan Kemitraan Pendidikan Keluarga.
Mereka berasal dari Pendidikan para pengawas, dan penilik dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pendidikan non formal, dan perwakilan dewan pendidikan dan organisasi mitra dari 60 kabupaten/kota.
Sosialisasi penguatan kemitraan pendidikan keluarga dengan pemangku kepentingan ini dibagi menjadi lima angkatan, yaitu angkatan I yang diselenggarakan pada tanggal 2-4 November 2015 di Hotel Lor In Sentul, Bogor. Angkatan II tanggal 5 s.d. 7 November 2015 di Hotel Lor In Bogor. Angkatan III tanggal 2 s.d. 4 November 2015 di Hotel Inna Simpang Surabaya. Angkatan IV tanggal 5-7 November 2015 di Hotel Santika Makassar, dan angkatan V tanggal 5 s.d. 7 November 2015 di Hotel Golden Tulyp Banjarmasin.
Jumat, 06 November 2015
1.000 Peserta Penguatan Kemitraan Pendidikan Keluarga
Labels:
Dirjen PAUD-PM,
Pendidikan
undefined
Bogor, Bogor City, West Java, Indonesia
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
Kamis, 05 November 2015
Pengolahan Sampah Berupa Pembalut Bekas dan Pampers Bayi
Tips mengolah sampah pembalut dan pempers bayi
Rabu, 04 November 2015
Seminar dan Workshop Pengasuhan Anak Dalam PAUD
Seminar dan workshop bersama Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S (Bang Imam) pemerhati PAUD Indonesia dan Siti Nurhidayah (psikolog) pada hari Sabtu, 21 Nopember 2015 di Unisma' 45 Bekasi
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Prodi Psikologi Unisma dan Posdaya Community ...
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Prodi Psikologi Unisma dan Posdaya Community ...
Selasa, 03 November 2015
Berapa Guru Honorer di SMK ???
23.788 Guru Berstatus Honorer di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Indonesia
Jakarta (BIB) - Ternyata jumlah guru honorer pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di seluruh Indonesia masih menyumbang sangat signifikan. Hal ini terkait dengan rendahnya minat orang untuk menjadi guru SMK. Bila dilihat dari kebutuhan guru, selain pada jenjang SD, kebutuhan guru spesial pada jenjang SMK juga sangat mendesak.
Berdasarkan data dari Sapulidi Riset Center (SRC), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, jumlah guru honorer pada jenjang SMK mencapai 23.788 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk guru bantu yang mengabdi di sekolah swasta.
Rincian lengkapnya adalah; 435 Guru Bantu (GB) SMK Negeri, 645 GB SMK Swasta, 2.191 Guru Honor Daerah (Honda), dan 20.517 Guru Tidak Tetap (GTT). Persebaran guru honorer SMK terbesar berada di Provinsi Jawa Timur sebanyak 3.059 orang. Kemudian disusul oleh Provinsi Jawa Barat sebanyak 2.714 orang, Provinsi Riau 1.777 orang, Provinsi Jawa Tengah 1.243 orang, Sumatera Utara 1.164 orang, NTB 1.136 orang, Kalimantan Timur termasuk Kaltara 1.056 orang, dan Provinsi Aceh 1.041 orang.
Labels:
CPNS 2016-2020,
Guru Honorer,
Pendidikan,
SMK
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
Senin, 02 November 2015
Ini Laporan Kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dalam 1 Tahun
Apa prestasi Anies Baswedan dalam 1 tahun masa jabatannya ???
1 Tahun Kemendikbud Bersama Anies Baswedan
Saya hanya mengulang ringkasan kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan periode Oktober 2014 sampai dengan Oktober 2015, berikut ini ringkasannya ...
Melaksanakan NAWA CITA dan RPJMN dengan visi :
"terbentuknya insan dengan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan dilandasi semangat gotong-royong"
Suwer saya baru baca visi Kemendikbud yang baru, padahal sudah bekerja selama 1 tahun, apa teman-teman sudah pernah membaca visi tersebut !!!
kemudian telah dibuat strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mewujudkan visi diatas, strategi yang dimaksud adalah :
saya kurang faham maksud 3 strategi yang dimaksud, bahkan menurut saya sih tidak terlalu relevan dengan visi diatas, menrut teman-teman gimana ?
Ada lo 24 item lainnya yang diklaim Anies Baswedan dan kawan-kawan soal keunggulan dan keberhasilan mereka dalam mengelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di periode setahun ini, coba klik disini 1 tahun kemdikbud bersama Nawa Cita dan Revolusi Mental, nyambung ga yah ....
Penanganan ASAP ga ada ya pak Menteri ???
#BangImamBerbagi #NawaCita #1TahunKemdikbudbersamaAniesBaswedan
1 Tahun Kemendikbud Bersama Anies Baswedan
Saya hanya mengulang ringkasan kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan periode Oktober 2014 sampai dengan Oktober 2015, berikut ini ringkasannya ...
Melaksanakan NAWA CITA dan RPJMN dengan visi :
"terbentuknya insan dengan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan dilandasi semangat gotong-royong"
Suwer saya baru baca visi Kemendikbud yang baru, padahal sudah bekerja selama 1 tahun, apa teman-teman sudah pernah membaca visi tersebut !!!
kemudian telah dibuat strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mewujudkan visi diatas, strategi yang dimaksud adalah :
- "penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan
- peningkatan mutu dan akses
- pengembangan efektifitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik"
saya kurang faham maksud 3 strategi yang dimaksud, bahkan menurut saya sih tidak terlalu relevan dengan visi diatas, menrut teman-teman gimana ?
Ada lo 24 item lainnya yang diklaim Anies Baswedan dan kawan-kawan soal keunggulan dan keberhasilan mereka dalam mengelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di periode setahun ini, coba klik disini 1 tahun kemdikbud bersama Nawa Cita dan Revolusi Mental, nyambung ga yah ....
Penanganan ASAP ga ada ya pak Menteri ???
#BangImamBerbagi #NawaCita #1TahunKemdikbudbersamaAniesBaswedan
Langganan:
Komentar (Atom)



