Selasa, 13 Januari 2026

Banjir Lagi ... Banjir Lagi ... Banjir Lagi ...

Pernah Ga Sih Kamu amati di sekitar mu? Kenapa rumah dan permukiman kamu selalu banjir di saat puncak musim peng hujan, padahal tidak ada sungai yang melewati daerah tempat tinggal mu itu ...

Oleh : Tengku Imam Kobul Moh Yahya S

Foto Pengukuhan Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat

Jika ada pertanyaan BANJIR disebabkan oleh ...

Pasti kita sudah tahu jawabannya secara teori, bahwa penyebab banjir adalah kombinasi faktor alam dan ulah manusia, seperti curah hujan ekstrim, minimnya daerah resapan air, penyumbatan sungai oleh sampah, penebangan hutan yang serampangan (tetapi memiliki izin), pembangunan di bantaran sungai (padahal sudah dilarang membangun di Garis Sempadan Sungai/GSS), serta drainase yang buruk (ini sih ulah kita yang suka menutup drainase di depan rumah kita) yang semuanya menyebabkan air meluap ke daratan yang disebut menjadi Banjir atau kategori lain Genangan.

Gemes ga sih kamu melihat Banjir seolah terjadi setiap tahun di Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, dan Tangerang? Padahal wilayah ini berkumpul orang-orang pintar, tempat tinggal Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati, Menteri hingga pejabat yang bertanggung jawab soal mitigasi bencana yang mereka sebut sebagai Bencana Hidrometeorologi itu.

Selain mereka tinggal di sekitar itu, mereka juga berkantor tiap hari. Jika jabatan mereka sampai 5 tahun (kalau ga ditangkap KPK hehe) mereka akan mengalami, melihat dan merasakan banjir selalu berulang, datang bertamu setiap tahun, tanpa diundang. 

Bahkan, jika masih dipercaya oleh rakyat (mereka; Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati, Menteri, dan Pejabat yang bertanggung jawab soal mitigasi bencana itu) bisa menjabat untuk periode 5 tahun keduanya. Berarti, banjir terjadi selama 10 tahun berulang secara sadar dan terlihat di depan mata.

Bukan tidak mengerti dan tahu cara mengatasinya, tetapi ah ... banjir tetap berulang, sepertinya ada yang salah dalam menanganinya.

Kebetulan saya pernah belajar dan terjun langsung dalam tim yang memberikan teori, arahan dan konsep dalam mengatasi banjir, namanya Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA).

TKPSDA dibentuk dalam 1 wilayah sungai yang diketuai oleh Kepala Bappeda Provinsi dan TKPSDA ini di SK-kan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (dulu PUPR).

Anggotanya terdiri dari 50% unsur pemerintah dan 50% unsur masyarakat.

Saya bergabung dengan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Cidanau Ciujung Cidurian Ciliwung Cisadane dan Citarum atau TKPSDA WS 6Ci di tahun 2010-2013. Wilayah tugasnya meliputi Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Kemudian, karena terlalu luas, dipecah lagi menjadi TKPSDA Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (WS 3Ci) di Banten, TKPSDA WS Ciliwung Cisadane di Jabodetabek dan TKPSDA WS Citarum di Bandung Raya dan sekitarnya.

Saya masuk sebagai anggota dan Ketua Komisi IV Bidang Pemberdayaan Masyarakat di TKPSDA WS Ciliwung Cisadane selama 2 periode, yakni 2013-2018 dan 2018-2022. 

Saat ini saya masih menjadi Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat periode 2022-2027.

Apa yang dibahas dan hasil dari TKPSDA? Hasil dari kegiatan TKPSDA berupa rekomendasi kebijakan, rencana strategis, singkronisasi program, penyelesaian konflik, dan pengawasan pengelolaan sumber daya air yang terpadu di suatu wilayah sungai, yang bertujuan agar pemanfaatan air seimbang dan berkalanjutan.

Hasil dari TKPSDA ini dapat diwujudkan dalam bentuk dokumen, keputusan, serta kesepahaman lintas sektor (pemerintah, masyarakat, swasta) untuk mencapai ketahanan air dan kesejahteraan.

Mulia banget kan tugas TKPSDA. TKPSDA adalah relawan, komunitas, pemerhati untuk keberlanjutan pemanfaatan air yang seimbang demi masa depan untuk warisan anak cucu kita.

Pun, demikian banjir tetap berulang, air tetap bertamu tiap tahun, tiap musim penghujan, dan kadang tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba dia (banjir) tetap datang bertamu, kalau di Depok, Bekasi, Tangerang dan Jakarta kami menyebutnya "Kiriman Dari Bogor".

Kemudian, pertanyaannya Kapan Bencana Banjir Beres?

Apakah Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati dan Pemangku Mitigasi Bencana Sudah Tahu Jawabannya, saya rasa sudah!!! Tapi kok belum dapat mengatasi banjir ya, malah cendrung titik banjirnya bertambah tiap tahun ... ah sudahlah ... apa kita pasrah saja ... hehehe (ketawain saja)

Tengku Imam Kobul Moh Yahya S adalah Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Periode 2022-2027 dan Anggota TKPSDA 6Ci 2010-2013, TKPSDA WS Ciliwung Cisadane Periode 2013-2018 dan 2018-2022    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara dan komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar. jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke email: bangimam.kinali@gmail.com, WA 0813-14-325-400, twitter: @BangImam, fb: Bang Imam Kinali Bekasi, ig: bangimam_berbagi