Sabtu, 23 Juni 2018

Nikmatnya Pengalaman Pulang Kampung 2018

Jakarta-Padangsidimpuan




Ibu Indah dan Nayla naik pesawat Citilink Soekarno-Hatta ke SSK II Pekanbaru
Tahun ini tepat di Lebaran ke-2, 2 Syawal 1439 H/16 Juni 2018 saya bersama istri dan anak pulang kampung ke Kampung Baringin, Lingkungan VII, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Perjalanan ditempuh dengan 2 mode alat kenderaan yaitu lewat jalur udara dan jalan darat. Ini pengalaman pertama saya pulang kampung lewat jalur udara via Kota Pekanbaru / Sultan Sarif Kasim II International Airport (PKU). Padahal, biasanya saya naik pesawat melalui Kuala Namu International Ariport di Medan atau melalui Minangkabau International Airport di Padang.

Menikmati lamanya cuti lebaran, saya, istri dan anak memanfaatkan pulang kampung. Kami menikmati pulang kampung termasuk di perjalanan selama 6 hari yakni dari tanggal 16 Juni sampai dengan 21 Juni 2018.

PERJALANAN PERTAMA

Oh...ya karena masih suasana Idul Fitri hari pertama, agar tidak kesulitan transportasi, kami berinisiatif menginap di hotel sebelum keberangkatan. Karena tiket pesawat kami adalah Citilink jurusan Bandara Soekarno Hatta-Sultan Syarif Kasim II pukul 05.20 wib pada tanggal 16 Juni 2018, sehingga kami harus berangkat naik Bus Damri dari Terminal Kayuringin, Bekasi pada rit pertama pukul 02.00 wib.

Agar tidak terlambat, dari Wismajaya kami menginap di Green Hotel samping Terminal Kayuringin yang bertarif Rp. 350.000,00. Perlu diketahui juga, pengalaman kami untuk menuju hotel dari rumah Wismajaya memanfaatkan transportasi mobil online (Go-Car) dengan tarif sekitar 92.000,00. Padahal apabila bukan dihari Idul Fitri, tarifnya cuma sekitar Rp. 25.000,00.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 20.00 wib dan tiba di hotel sekitar 20.45 wib. Dan menginap dari pukul 23.00-02.00 wib dini harinya.

Sempat mencari warung makan, ternyata masih banyak yang tutup.

Ternyata dini hari pada hari ke-2 lebaran perjalanan dari Bekasi menuju Bandara Soekarno-Hatta cukup lancar, dapat ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan naik bus Damri.

Perjalanan yang menyenangkan kami lalui naik pesawat dengan cuaca cerah tujuan Sultan Syarif Kasim II International Airport di Kota Pekanbaru dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 40 menit.

Kurang lebih pukul 07.10 menit kami sudah sampai di Kota Pekanbaru dengan cuaca cerah.

BUMI LANCANG KUNING NAN ELOK

Kota Pekanbaru adalah kota yang cukup nyaman dan menjadi ibukota Provinsi Riau. Jarak Kota Pekanbaru dengan Jakarta berdasarkan google sekitar 1.396,3 km. Jika ditempuh dengan jalur darat melalui Jalur Lintas Tengah Sumatera dapat ditempuh dengan mobil sekitar 29 jam atau kurang dari 2 hari 1 malam.

Jumlah penduduk ibukota Bumi Lancang Kuning ini sekitar 1 jutaan. Luas Kota Pekanbaru sekitar 446.50 km2. Terdiri dari 12 kecamatan dan 83 kelurahan. 

Tiket pesawat yang kami tumpangi adalah :

berangkat ~ Citilink QG 936 : CGK-PKU : pukul 05.25 wib s.d pukul 07.15 wib (16 Juni 2018)

pulang ~  Citilink QG 9935 : PKU-CGK : pukul 18.20 wib s.d pukul 20.10 wib (21 Juni 2018)


Sesampai di Bandara SSK II Pekanbaru kami naik taksi Puskopau menuju Jl.SM Amin / Arengka II Sipang Tabek Gadang, Kota Pekanbaru untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Padangsidimpuan naik travel Simpati Taxi.

Karena masih suasana lebaran pertama, ternyata Simpati Taxi travel jurusan Padangsidimpuan-Pekanbaru yang biasanya memberangkatkan pada pukul 10.00 wib dipagi hari, tidak ada mobilnya. Sehingga kami berinisiatif untuk meminta pihak agen mencarikan travel lain.

Dan agen mendapatkan rit pagi yang berangkat sekitar pukul 09.00 wib yakni travel PT Putra Dolok Sordang jurusan Pekanbaru-Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas.

Harga tiket naik hingga Rp. 70.000,00 per orang, yang biasanya cuma Rp. 150.000,00 per orang naik menjadi Rp. 220.000,00 per orang. Ini harga lebaran, dan memang biasa seperti itu.

Perjalanan menuju Kota Sibuhuan melewati Kota Bangkinang-Rantau Berangin-Ujing Batu-Pasir Pangaraian dan Kota Sibuhuan. Karena mobil travel kami bisa menempuh antara 5-6 jam sudah sampai di Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara.


Sepanjang perjalanan di wilayah Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu, hampir di kiri-kanan jalan terdapat kebun sawit yang cukup luas. 

Dari Kota Sibuhuan kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang Sidimpuan yang melewati Kota Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Karena sedikit terlambat di Sibuhuan, kami baru sampai di Kota Padangsidimpuan sekitar pukul 21.00 wib, dan sempat mampir makan bakso sebelum menuju Kampung Baringin. Bakso Spesial Padangsidimpuan ini cukup enak karena ada tambahan ayam di dalamnya.

Kami sampai di rumah Kampung Baringin, rumah abang Jabbar Harahap sekitar pukul 23.30 wib pada hari Sabtu, 16 Juni 2018. Sehingga total perjalanan kami dari rumah di Bekasi dari pukul 02.00 wib (15 Juni 2018) hingga pukul 23.30 wib (16 Juni 2018) mencapai 21,5 jam atau sekitar kurang lebih 1 hari 1 malam.

SHOLAT TEPAT WAKTU

Masjid Nurul Iman, Ujung Batu (16 Juni 2018)
Perjalanan menuju Kampung Halaman baik melalui jalan darat dan udara ternyata tetap bisa melaksanakan kewajiban sholat fardhu tepat waktu, tanpa jamak dan qasar. Sholat Subuh kami jalankan di Bandara International Soekarno-Hatta. Sedangkan Sholat Zuhur kami jalankan di Ujung Batu.

Sholat Ashar sendiri kami niatkan dan laksanakan di Sibuhuan, sholat Maghrib di Aek Nabara (dalam perjalanan) dan Sholat Isya di Kota Padangsidimpuan.

DI KAMPUNG HALAMAN


Di kampung halaman kami melakukan silaturrahim ke sanak familiy, ziarah kubur ke ayah-ibu, melihat sawah, wisata ke Bukit Habang, Danau Siais, Air Terjun Simartutung, Lubuk Larangan Lobu Simataniari, dan Pemandian Aek Parsariran.


Kami sampai di rumah sekitar pukul 23.30 wib di Kampung Baringin, Lingkungan VII, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Hari pertama kami, tepat pada 17 Juni 2018, kami menuju lokasi wisata, yakni Bukit Habang (pemandangan dari atas bukit melihat Danau Siais), Danau Siais dan Air Terjun Simartutung. (menceritakan pengalaman wisata akan diulas tersendiri).

Hari kedua kami pergi ke sawah mengusir burung karena tepat pada musim padi sudah berbulir dan sebentar lagi musim panen. Jelang siangnya kami berziarah ke makam Ayanda dan Ibunda di pemakaman keluarga.

BACA JUGA :
1. Wisata ke Danau Siais Angkola Sangkunur 
2. Wisata ke Air Terjun Simartutung, Rianiate, Angkola Sangkunur 
3. Wisata Lubuk Larangan Lobu Sangkunur 

Sedangkan hari ketiga kami menuju tempat wisata Lubuk Larangan di Lobu, Simataniari dan menyempatkan makan bakso di Pasar Simataniari.

Hari keempat kami berkunjung ke Batangtoru, singgah di rumah kakak Hotmasari Harahap di Kampung Napa, Kecamatan Batangtoru. Dan jelang siang pergi berwisata ke Pemandian Aek Parsariran.

Sore harinya kami naik travel CV Idola menuju Kota Pekanbaru, Riau untuk pulang kampung naik melalui Bandara SSK II Peknbaru.

BALIK KE JAKARTA


Pukul 10.00 wib kami sudah sampai di Kota Pekanbaru, sempat menumpang mandi dan ganti baju di sebuah SPBU di Jalan SM Amin Pekanbaru dan naik taksi online Go-Car dari SM Amin ke Bandara SSK II dengan tarif Rp. 54.000,00.

Sembari merilekkan kepenatan lelah dalam perjalanan darat satu malam, hari Kamis, 21 Juni 2018 kami beristirahat di Bandara SSK II hinggs kembali naik pesawat pukul 18.20 wib dan sampai di Jakarta sekitar pukul 20.10 wib.

Dari Soekarno-Hatta menuju Kota Bekasi kami menumpang Bus Damri menuju terminal Kayuringin. Dan dari Terminal Kayuringin ke rumah di Wismajaya kami naik Go-Car (taksi online) dengan tarif Rp. 25.000,00.

Kami sampai di rumah sekitar pukul 11.30 wib pada hari Kamis, 21 Juni 2018.

Terima kasih Ya Allah telah memberikan kami nikmat dan perjalanan yang sangat luar biasa. Ini pengalaman kami pulang kampung bersama anak dan istri melalui darat dan udara untuk pertama kalinya.

Sekian...

#BangImamBerbagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara.

komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar.

jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke bangimam.kinali@gmail.com dan SMS/WA 0857 3998 6767

twitter: @BangImam

facebook: Bang Imam Kinali Bekasi