Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pertama, mari kita haturkan syukur ke hadirat ilahi atas kesempatan dan kekuatan mental kita untuk terus mengubah negeri ini menjadi lebih baik.
Sesungguhnya, Indonesia merdeka dengan semangat yang nyata yaitu melindungi segenap warga, menggelar kesejahteraan, mencerdaskan anak bangsa, serta berkontribusi terhadap perdamaian dunia.
Kementerian kita memegang peran penting dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itulah kita harus memastikan bahwa kita menyelenggarakan pendidikan secara berkualitas dan terus memajukan kebudayaan.
Kedua, saya ingin kita semua mendalami esensi gerakan revolusi mental. Revolusi mental, sejatinya, adalah penegasan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Intinya adalah ajakan untuk berani melakukan perubahan, mulai dari cara pikir, bertindak, sampai gaya hidup agar selaras dengan nilai kejuangan dan berorientasi kemajuan.
Perkenankan saya mengutip pernyataan Bung Karno yang sangat relevan dengan gerakan revolusi mental: “Ia adalah satu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.”
Kuncinya: orientasi menuju manusia baru yang berkomitmen moral, berintegritas, kompeten, dan semangat bekerja keras.
Senin, 21 September 2015
Minggu, 20 September 2015
2.861 Honorer K2 Kota Bekasi Masih Berpeluang Diangkat PNS
Total Eks K2 Nasional Sebanyak 439.956 Orang
Kota Bekasi (BIB) - Berdasarkan data dari Sapulidi Riset Center (SRC) Tenaga Honorer Kategori Dua (K2) Kota Bekasi yang masih berpeluang diangkat menjadi PNS sebanyak 2.861 orang. Hal ini mengacu kepada kesepakatan antara Pemerintah yang diwakili oleh MenPANRB dengan Komisi II DPR-RI yang menyatakan akan mengangkat eks K2 sebanyak 439.956 orang.
Data ini adalah berdasarkan K2 yang mendapatkan nomor tes seleksi CPNS pada Nopember 2013 lalu.
Di Kota Bekasi K2 yang mendapatkan nomor tes sebanyak 3.290 orang. Sedangkan yang mengikuti tes seleksi pada Nopember 2013 lalu sebanyak 3.132 orang, sementara itu ada 158 orang tidak hadir saat pelaksanaan tes seleksi CPNS.
Dari jumlah K2 tersebut, Panselnas mengumumkan sebanyak 838 orang atau 26,24% dinyatakan lulus seleksi tes CPNS K2. Dan yang tidak lulus mencapai 2.294 orang (73,76%).
Namun dalam proses verifikasi dan validasi berkas pengajuan NIP, hanya 429 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan sudah diangkat menjadi CPNS di Pemerintah Kota Bekasi. Sisanya 409 orang tidak memenuhi syarat (TMS) dan gagal menjadi CPNS.
![]() |
| Buku Analisis Kebutuhan Guru di Kota Bekasi 2012-2016 yang dibuat oleh LSM Sapulidi |
Data ini adalah berdasarkan K2 yang mendapatkan nomor tes seleksi CPNS pada Nopember 2013 lalu.
Di Kota Bekasi K2 yang mendapatkan nomor tes sebanyak 3.290 orang. Sedangkan yang mengikuti tes seleksi pada Nopember 2013 lalu sebanyak 3.132 orang, sementara itu ada 158 orang tidak hadir saat pelaksanaan tes seleksi CPNS.
Dari jumlah K2 tersebut, Panselnas mengumumkan sebanyak 838 orang atau 26,24% dinyatakan lulus seleksi tes CPNS K2. Dan yang tidak lulus mencapai 2.294 orang (73,76%).
Namun dalam proses verifikasi dan validasi berkas pengajuan NIP, hanya 429 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan sudah diangkat menjadi CPNS di Pemerintah Kota Bekasi. Sisanya 409 orang tidak memenuhi syarat (TMS) dan gagal menjadi CPNS.
Kamis, 17 September 2015
490.576 Guru Akan Pensiun 10 Tahun Mendatang
Guru SD Memasuki Pensiun 10 Tahun Kedepan Capai 289.261 Orang
Sumber : Data Kementerian Pendidikan
dan Kebudyaan sudah diolah kembali oleh Sapulidi Riset Center (SRC) 2015
Kota Bekasi (BIB) - Kesempatan menjadi PNS bukan hanya karena K2, tetapi ada juga kesempatan lainnya yakni mengisi tempat guru yang memasuki pensiun.
Berdasarkan catatan dari Sapulidi Riset Center (SRC), Lembaga Swadaya Masyarakat, Sapulidi hingga 10 tahun mendatang 2024 ada sekitar 490.576 guru yang akan memasuki usia pensiun. Untuk guru pada jenjang SD misalnya, guru yang akan memasuki pensiun mencapai 289.261 orang. Terdiri dari 102.661 guru SD Negeri akan pensiun 5 tahun mendatang yaitu rentang antara 2015-2019 dan 135.852 guru lainnya akan pensiun pada periode 2020-2024.
Perkiraan Jumlah Guru SD Yang Akan
Pensiun Hingga Sepuluh Tahun Mendatang
NO
|
STATUS
|
GURU SD MEMASUKI PENSIUN
|
||||||
NEGERI
|
SWASTA
|
JUMLAH
|
||||||
1-5 TH
|
6-10 TH
|
JML
|
1-5 TH
|
6-10 TH
|
JML
|
|||
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
(6)
|
(7)
|
(8)
|
(9)
|
1
|
Kepsek
|
34.581
|
59.320
|
93.902
|
2.542
|
3.573
|
6.115
|
100.017
|
2
|
Guru
|
68.080
|
76.532
|
144.612
|
22.115
|
21.518
|
43.633
|
188.245
|
Jumlah
|
102.661
|
135.852
|
238.513
|
24.657
|
25.091
|
50.748
|
289.261
|
|
Kota Bekasi (BIB) - Kesempatan menjadi PNS bukan hanya karena K2, tetapi ada juga kesempatan lainnya yakni mengisi tempat guru yang memasuki pensiun.
Berdasarkan catatan dari Sapulidi Riset Center (SRC), Lembaga Swadaya Masyarakat, Sapulidi hingga 10 tahun mendatang 2024 ada sekitar 490.576 guru yang akan memasuki usia pensiun. Untuk guru pada jenjang SD misalnya, guru yang akan memasuki pensiun mencapai 289.261 orang. Terdiri dari 102.661 guru SD Negeri akan pensiun 5 tahun mendatang yaitu rentang antara 2015-2019 dan 135.852 guru lainnya akan pensiun pada periode 2020-2024.
Labels:
CPNS 2016-2020,
Guru Honorer,
Pendidikan
undefined
Bekasi, Kota Bks, Jawa Barat, Indonesia
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
Rabu, 16 September 2015
459.927 Orang Berstatus Honorer di SD Negeri
81.280 Guru Honorer SD Terganjal Jadi PNS !!!
Kota Bekasi (BIB) - Hingga saat ini masih ada sekitar 630.823 orang guru honorer dan 459.927 orang diantaranya bekerja di sekolah dasar negeri seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut terdiri dari 377.174 orang teridentifikasi sebagai guru honorer daerah (HONDA); 81.280 guru tidak tetap (GTT); dan 1.473 orang sebagai guru bantu (GB) pusat.
Guru honorer daerah atau HONDA biasanya adalah guru honorer yang sudah mendapatkan SK dari Kepala Daerah dan sudah menerima tunjangan dengan nilai tertentu.
"Biasanya guru Honda ini sudah menjadi TKK (tenaga kerja kontrak). Penghasilan dan gajinya sudah dianggarkan di APBD," terang Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Direktur Advokasi Bidang Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Sapulidi.
Dia mencontohkan di Kota Bekasi guru Honda atau TKK diberikan tunjangan sebesar Rp. 1.000.000,00 per bulan dari APBD. Ada lebih dari 4.000-an guru honorer yang sudah mendapatkan tunjangan tersebut.
Sedangkan guru tidak tetap atau GTT adalah guru honorer murni, yang umumnya masih digaji oleh komite sekolah atau lewat dana BOS. GTT ini mendapatkan penghasilan antara Rp. 150.000,00 hingga Rp. 600.000,00 per bulan.
![]() |
| Nasib Guru Honorer masih belum pasti diangkat PNS !!! |
Dari jumlah tersebut terdiri dari 377.174 orang teridentifikasi sebagai guru honorer daerah (HONDA); 81.280 guru tidak tetap (GTT); dan 1.473 orang sebagai guru bantu (GB) pusat.
Guru honorer daerah atau HONDA biasanya adalah guru honorer yang sudah mendapatkan SK dari Kepala Daerah dan sudah menerima tunjangan dengan nilai tertentu.
"Biasanya guru Honda ini sudah menjadi TKK (tenaga kerja kontrak). Penghasilan dan gajinya sudah dianggarkan di APBD," terang Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Direktur Advokasi Bidang Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Sapulidi.
Dia mencontohkan di Kota Bekasi guru Honda atau TKK diberikan tunjangan sebesar Rp. 1.000.000,00 per bulan dari APBD. Ada lebih dari 4.000-an guru honorer yang sudah mendapatkan tunjangan tersebut.
Sedangkan guru tidak tetap atau GTT adalah guru honorer murni, yang umumnya masih digaji oleh komite sekolah atau lewat dana BOS. GTT ini mendapatkan penghasilan antara Rp. 150.000,00 hingga Rp. 600.000,00 per bulan.
Labels:
Guru Honorer,
NIP K2
undefined
Bekasi, Kota Bks, Jawa Barat, Indonesia
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
Senin, 14 September 2015
24,36% Guru SMP Berstatus Honorer
Di Nusa Tenggara Timur Persentase Honorer Capai 40.59 Persen
Jakarta (BIB) - Hingga saat ini masih terdapat sekitar 113.138 orang Guru Honorer di jenjang SMP seluruh Indonesia. Sehingga dari 464.440 orang guru SMP Negeri masih terdapat 24,36% berstatus Guru Honorer.
"Bahkan di NTT jumlah guru honorer di SMP Negeri mencapai 40,59% atau sekitar 6.001 orang dari 14.786 guru SMP di sekolah negeri. Ini cukup memprihatinkan, artinya guru PNS cuma 8.785 orang. Sehingga rasio atau perbandingan antara guru PNS dengan Honorer berbanding 1 : 1,5," kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Direktur Advokasi Bidang Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi di Bekasi, Ahad, 13 September 2015.
Tingginya persentase guru honorer di daerah disebabkan karena kurangnya perhatian Pemerintah Daerah untuk mengalihkan status menjadi PNS. Hal ini dapat menyebabkan mutu pendidikan jenjang SMP terutama di sekolah negeri diragukan mutunya.
"Soalnya kalau guru honorer penghasilannya cuma antara Rp. 150.000 hingga Rp. 500.000. Guru honorer tidak mungkin bisa maksimal mengabdi kalau dia hanya dihargai dibawah gaji pembantu," ujar Bang Imam, panggilan akrab pemerhati pendidikan ini.
Daerah yang memiliki persentase cukup tinggi guru honorer di SMP adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 39,72%; Provinsi Banten 38,74%; Provinsi Sumatera Selatan 37,29%; Provinsi Riau 35,69%, dan Provinsi Sulawesi Barat dengan 32,86%.
Jakarta (BIB) - Hingga saat ini masih terdapat sekitar 113.138 orang Guru Honorer di jenjang SMP seluruh Indonesia. Sehingga dari 464.440 orang guru SMP Negeri masih terdapat 24,36% berstatus Guru Honorer.
"Bahkan di NTT jumlah guru honorer di SMP Negeri mencapai 40,59% atau sekitar 6.001 orang dari 14.786 guru SMP di sekolah negeri. Ini cukup memprihatinkan, artinya guru PNS cuma 8.785 orang. Sehingga rasio atau perbandingan antara guru PNS dengan Honorer berbanding 1 : 1,5," kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Direktur Advokasi Bidang Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi di Bekasi, Ahad, 13 September 2015.
Tingginya persentase guru honorer di daerah disebabkan karena kurangnya perhatian Pemerintah Daerah untuk mengalihkan status menjadi PNS. Hal ini dapat menyebabkan mutu pendidikan jenjang SMP terutama di sekolah negeri diragukan mutunya.
"Soalnya kalau guru honorer penghasilannya cuma antara Rp. 150.000 hingga Rp. 500.000. Guru honorer tidak mungkin bisa maksimal mengabdi kalau dia hanya dihargai dibawah gaji pembantu," ujar Bang Imam, panggilan akrab pemerhati pendidikan ini.
Daerah yang memiliki persentase cukup tinggi guru honorer di SMP adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 39,72%; Provinsi Banten 38,74%; Provinsi Sumatera Selatan 37,29%; Provinsi Riau 35,69%, dan Provinsi Sulawesi Barat dengan 32,86%.
Langganan:
Komentar (Atom)



