Rabu, 20 Mei 2020

Ini Layanan PAUD di Indonesia Tahun 2020

APK 41,18

Jumlah PAUD di Indonesia Tahun 2020

No
Uraian
TK
KB
TPA
SPS
Jumlah
1
Lembaga
93.006
84.579
2.988
22.418
202.991
2
Siswa
3.763.653
2.129.401
53.734
596.970
6.543.758
3
PTK
356.779
232.992
8.392
68.515
666.678
4
Rombel
13.219
160.944
5.967
47.393
227.523
5
Ruang Kelas
222.978
142.253
5.095
37.353
407.679

Sumber : kemdikbud, diolah Bang Imam Berbagi, Mei 2020

Tahukah kamu kalau anak usia 3-6 tahun di Indonesia saat ini mencapai 19.118.894 anak, tetapi yang masuk sekolah PAUD cuma 7.873.572 anak atau Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Nasional hanya mencapai 41,18


Kota Bekasi (BIB) - Jumlah lembaga PAUD termasuk TK, KB, TPA, SPS, dan RA saat ini mencapai 232.933 lembaga. Dari jumlah lembaga tersebut, hanya melayani anak usia 3-6 tahun sebanyak 7.873.572 anak.

Padahal, jumlah anak usia dini di rentang 3-6 tahun saat ini mencapai 19.118.894 anak. Itu artinya, hanya 41,18% yang mengenyam pendidikan anak usia dini (PAUD).

Rata-rata provinsi yang melayani anak usia 3-6 tahun diatas 50% adalah:
  1. DI Yogyakarta (68,60%);
  2. Jawa Timur (67,92%)
  3. Gorontalo (58,64%)
  4. Nusa Tenggara Barat (56,07%); dan
  5. Jawa Tengah (55,74%)

Sedangkan provinsi dengan layanan PAUD terendah berada di :
  1. Papua (16,49%);
  2. Kalimantan Barat (22,73%)

Sementara itu kabupaten dan kota yang sudah melayani anak usia dini masuk sekolah PAUD diatas 50% adalah:

A. Kota
  1. Kota Langsa (95,79%)
  2. Kota Semarang (82,39%)
  3. Kota Surabaya (79,98%)
  4. Kota Metro (73,29%)
  5. Kota Banjar (72,46%)
  6. Kota Denpasar (71,18%)
  7. Kota Sungai Penuh (69,07%)
  8. Kota Bengkulu (67,79%)
  9. Kota Surakarta (65,59%)
  10. Kota Kediri (65,59%)
  11. Kota Serang (64,87%)
  12. Kota Malang (63,87%)
  13. Kota Subulussalam (63,49%)
  14. Kota Sabang (62,70%)
  15. Kota Batu (62,08%)
  16. Kota Blitar (61,50%)
  17. Kota Sawahlunto (61,24%)
  18. Kota Lhokseumawe (60,05%)
  19. Kota Banjarbaru (59,43%)
  20. Kota Banda Aceh (59,23%)
  21. Kota Dumai (59,08%)
  22. Kota Palangkaraya (57,14%)
  23. Kota Yogyakarta (56,44%)
  24. Kota Bogor (56,22%)
  25. Kota Bukittinggi (55,25%)
  26. Kota Solok (54,20%)
  27. Kota Kendari (52,20%)
  28. Kota Padangpanjang (51,43%)
  29. Kota Bandarlampung (51,32%)
B. Kabupaten
  1. Kabupaten Pahuwato (126,31%)
  2. Kabupaten Kediri (107,54%)
  3. Kabupaten Muna Barat (107,25%)
  4. Kabupaten Teluk Wondama (103,21%)
  5. Kabupaten Buton Tengah (101,30%)
  6. Kabupaten Pesisir Barat (99,68%)
  7. Kabupaten Gunung Mas (98,13%)
  8. Kabupaten Lombok Timur (96,76%)
  9. Kabupaten Sidoarjo (95,06%)
  10. Kabupaten Sarolangun (92,84%)
  11. Kabupaten Lampung Timur (91,49%)
  12. Kabupaten Buton Utara (91,47%)
  13. Kabupaten Pasuruan (90,12%)
  14. Kabupaten Tuban (87,65%)
  15. Kabupaten Bantul (87,62%)
  16. Kabupaten Probolinggo (83,83%)
  17. Kabupaten Murung Raya (82,80%)
  18. Kabupaten Sleman (82,64%)
  19. Kabupaten Jepara (82,28%)
  20. Kabupaten Bojonegoro (82,12%)
  21. Kabupaten Boalemo (81,99%)
  22. Kabupaten Ponorogo (81,77%)
  23. Kabupaten Mahakam Hulu (81,74%)
  24. Kabupaten Malang (80,94%)
  25. Kabupaten Gresik (80,58%)
  26. Kabupaten Madiun (80,23%)
  27. Kabupaten Lamandau (79,93%)
  28. Kabupaten Demak (79,50%)
  29. Kabupaten Magelang (79,07%)
  30. Kabupaten Rembang (77,57%)
  31. Kabupaten Taliabu (77,04%)
  32. Kabupaten Banggai Laut (76,39%)
  33. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (76,18%)
  34. Kabupaten Bone Bolango (76,00%)
  35. Kabupaten Semarang (75,79%)
  36. Kabupaten Tanjung Jabung Barat (75,72%)
  37. Kabupaten Wakatobi (75,33%)
  38. Kabupaten Kendal (73,72%)
  39. Kabupaten Gorontalo Utara (73,36%)
  40. Kabupaten Morotai (71,93%)
  41. Kabupaten Temanggung (71,70%)
  42. Kabupaten Jombang (71,37%)
  43. Kabupaten Parigi Meutong (70,13%)
  44. Kabupaten Blitar (69,91%)
  45. Kabupaten Blora (69,78%)
  46. Kabupaten Sabu Raijua (69,66%)
  47. Kabupaten Buton Utara (69,59%)
  48. Kabupaten Ogan Ilir (69,41%)
  49. Kabupaten Mojokerto (68,35%)
  50. Kabupaten Lombok Tengah (68,11%)
  51. Kabupaten Malinau (67,71%)
  52. Kabupaten Lumajang (67,55%)
  53. Kabupaten Banyumas (67,32%)
  54. Kabupaten Bangka Barat (67,07%)
  55. Kabupaten Tulungagung (66,73%)
  56. Kabupaten Malaka (66,18%)
  57. Kabupaten Sukoharjo (66,15%)
  58. Kabupaten Nganjuk (66,10%)
  59. Kabupaten Badung (65,51%)
  60. Kabupaten Lamongan (64,90%)
  61. Kabupaten Bima (63,78%)
  62. Kabupaten Pasang Kayu (63,75%)
  63. Kabupaten Konawe Utara (63,75%)
  64. Kabupaten Bireuen (63,73%)
  65. Kabupaten Pati (63,46%)
  66. Kabupaten Konawe Kepulauan (63,44%)
  67. Kabupaten Mimika (63,28%)
  68. Kabupaten Sampang (63,19%)
  69. Kabupaten Grobogan (63,09%)
  70. Kabupaten Batanghari (63,08%)
  71. Kabupaten Sumenep (63,07%)
  72. Kabupaten Batang (62,99%)
  73. Kabupaten Seruyan (62,81%)
  74. Kabupaten Pekalongan (62,56%)
  75. Kabupaten Bulungan (62,24%)
  76. Kabupaten Tanah Bumbu (61,84%)
  77. Kabupaten Raja Ampat (61,09%)
  78. Kabupaten Karanganyar (59,57%)
  79. Kabupaten Hulu Sungai Selatan (58,78%)
  80. Kabupaten Polewali Mandar (58,77%)
  81. Kabupaten Kudus (58,55%)
  82. Kabupaten Sumbawa Barat (57,73%)
  83. Kabupaten Tabalong (57,60%)
  84. Kabupaten Bandung Barat (57,35%)
  85. Kabupaten Pesisir Selatan (57,31%)
  86. Kabupaten Garut (57,24%)
  87. Kabupaten Bombana (56,82%)
  88. Kabupaten Kolaka Timur (55,94%)
  89. Kabupaten Kutai Timur (55,73%)
  90. Kabupaten Gunung Kidul (55,40%)
  91. Kabupaten Halmahera Utara (55,40%)
  92. Kabupaten Morowali Utara (55,17%)
  93. Kabupaten Sijunjung (54,87%)
  94. Kabupaten Tana Tidung (54,48%)
  95. Kabupaten Teluk Bintuni (54,21%)
  96. Kabupaten Majene (53,68%)
  97. Kabupaten Sragen (54,37%)
  98. Kabupaten Kotawaringin Timur (54,11%)
  99. Kabupaten Balangan (54,01%)
  100. Kabupaten Kulonprogo (53,93%)
  101. Kabupaten Boyolali (53,42%)
  102. Kabupaten Bangkalan (53,41%)
  103. Kabupaten Maluku Barat Daya (52,90%)
  104. Kabupaten Sumbawa (52,86%)
  105. Kabupaten Sidenreng Rappang (52,83%)
  106. Kabupaten Minahasa Utara (52,39%)
  107. Kabupaten Katingan (51,80%)
  108. Kabupaten Klungkung (51,61%)
  109. Kabupaten Purworejo (51,47%)
  110. Kabupaten Halmahera Timur (51,23%)
  111. Kabupaten Bangka Tengah (51,12%)
  112. Kabupaten Lampung Tengah (51,10%)
  113. Kabupaten Ogan Komering Ilir (50,94%)
  114. Kabupaten Buru Selatan (50,86%)
  115. Kabupaten Klaten (50,67%)

I. LEMBAGA PAUD

Jumlah lembaga PAUD yang sudah berdiri saat ini sebanyak 232.833 lembaga. Terdiri dari 93.006 TK, 84.579 KB, 2.988 TPA, 22.418 SPS, dan 29.842 RA.

Berikut ini Tabel 1.1 Jumlah Lembaga PAUD Berdasarkan Layanan Per Provinsi di Indonesia Tahun 2020 :

Jumlah PAUD di Indonesia Tahun 2020

No
Provinsi
TK
KB
TPA
SPS
Jumlah
RA
Total

Jumlah
93.006
84.579
2.988
22.418
202.991
29.842
232.833
1
Aceh
2.629
2.148
137
152
5.066


2
Sumut
2.854
5.400
82
465
8.801


3
Sumbar
2.451
1.881
135
546
5.013


4
Riau
2.352
2.116
150
134
4.752


5
Kepri
674
473
31
125
1.303


6
Jambi
1.380
1.976
59
201
3.616


7
Bengkulu
1.057
808
100
77
2.042


8
Sumsel
2.139
3.089
26
154
5.408


9
Babel
371
445
51
69
936


10
Lampung
2.969
2.550
52
294
5.865


11
Banten
2.351
3.252
29
622
6.254


12
DKI Jakarta
1.961
354
21
1.643
3.979


13
Jawa Barat
8.998
13.149
155
6.503
28.805


14
Jawa Tengah
14.091
10.257
596
3.035
27.979


15
DIY
2.143
1.489
209
1.210
5.051


16
Jawa Timur
18.495
14.788
421
4.763
38.467


17
Kalbar
845
1.951
43
79
2.918


18
Kalteng
1.926
711
63
333
3.033


19
Kalsel
2.457
1.317
184
80
4.038


20
Kaltim
1.392
1.198
77
142
2.809


21
Kaltara
185
403
19
13
620


22
Sulut
1.719
821
21
176
2.737


23
Gorontalo
839
721
14
88
1.662


24
Sulteng
2.012
1.121
17
135
3.285


25
Sulsel
4.404
1.822
67
290
6.583


26
Sultra
1.948
547
14
22
2.531


27
Sulbar
772
810
23
32
1.637


28
Bali
1.593
791
94
50
2.528


29
NTB
1.012
2.465
37
242
4.656


30
NTT
1.555
3.332
23
335
5.245


31
Maluku
771
803
3
131
1.708


32
Malut
664
560
2
52
1.278


33
Papua
705
585
14
183
1.487


34
Papua Barat
392
446
19
42
899


Sumber : kemdikbud, diolah Bang Imam Berbagi, Mei 2020

#BangImamBerbagi
#PAUD
#2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara dan komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar. jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke email: bangimam.kinali@gmail.com, WA 0857 3998 6767, twitter: @BangImam, fb: Bang Imam Kinali Bekasi, ig: bangimam_berbagi