Kamis, 17 September 2015

490.576 Guru Akan Pensiun 10 Tahun Mendatang

Guru SD Memasuki Pensiun 10 Tahun Kedepan Capai 289.261 Orang


Perkiraan Jumlah Guru SD Yang Akan
Pensiun Hingga Sepuluh Tahun Mendatang

NO
STATUS
GURU SD MEMASUKI PENSIUN
NEGERI
SWASTA
JUMLAH
1-5 TH
6-10 TH
JML
1-5 TH
6-10 TH
JML
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
1
Kepsek
34.581
59.320
93.902
2.542
3.573
6.115
100.017
2
Guru
68.080
76.532
144.612
22.115
21.518
43.633
188.245
Jumlah
102.661
135.852
238.513
24.657
25.091
50.748
289.261
Sumber : Data Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan sudah diolah kembali oleh Sapulidi Riset Center (SRC) 2015

Kota Bekasi (BIB) - Kesempatan menjadi PNS bukan hanya karena K2, tetapi ada juga kesempatan lainnya yakni mengisi tempat guru yang memasuki pensiun.

Berdasarkan catatan dari Sapulidi Riset Center (SRC), Lembaga Swadaya Masyarakat, Sapulidi hingga 10 tahun mendatang 2024 ada sekitar 490.576 guru yang akan memasuki usia pensiun. Untuk guru pada jenjang SD misalnya, guru yang akan memasuki pensiun mencapai 289.261 orang. Terdiri dari 102.661 guru SD Negeri akan pensiun 5 tahun mendatang yaitu rentang antara 2015-2019 dan 135.852 guru lainnya akan pensiun pada periode 2020-2024.

Rabu, 16 September 2015

459.927 Orang Berstatus Honorer di SD Negeri

81.280 Guru Honorer SD Terganjal Jadi PNS !!!

Nasib Guru Honorer masih belum pasti diangkat PNS !!!
Kota Bekasi (BIB) - Hingga saat ini masih ada sekitar 630.823 orang guru honorer dan 459.927 orang diantaranya bekerja di sekolah dasar negeri seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut terdiri dari 377.174 orang teridentifikasi sebagai guru honorer daerah (HONDA); 81.280 guru tidak tetap (GTT); dan 1.473 orang sebagai guru bantu (GB) pusat.

Guru honorer daerah atau HONDA biasanya adalah guru honorer yang sudah mendapatkan SK dari Kepala Daerah dan sudah menerima tunjangan dengan nilai tertentu.

"Biasanya guru Honda ini sudah menjadi TKK (tenaga kerja kontrak). Penghasilan dan gajinya sudah dianggarkan di APBD," terang Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Direktur Advokasi Bidang Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Sapulidi.

Dia mencontohkan di Kota Bekasi guru Honda atau TKK diberikan tunjangan sebesar Rp. 1.000.000,00 per bulan dari APBD. Ada lebih dari 4.000-an guru honorer yang sudah mendapatkan tunjangan tersebut.

Sedangkan guru tidak tetap atau GTT adalah guru honorer murni, yang umumnya masih digaji oleh komite sekolah atau lewat dana BOS. GTT ini mendapatkan penghasilan antara Rp. 150.000,00 hingga Rp. 600.000,00 per bulan.

Senin, 14 September 2015

24,36% Guru SMP Berstatus Honorer

Di Nusa Tenggara Timur Persentase Honorer Capai 40.59 Persen


Jakarta (BIB) - Hingga saat ini masih terdapat sekitar 113.138 orang Guru Honorer di jenjang SMP seluruh Indonesia. Sehingga dari 464.440 orang guru SMP Negeri masih terdapat 24,36% berstatus Guru Honorer.

"Bahkan di NTT jumlah guru honorer di SMP Negeri mencapai 40,59% atau sekitar 6.001 orang dari 14.786 guru SMP di sekolah negeri. Ini cukup memprihatinkan, artinya guru PNS cuma 8.785 orang. Sehingga rasio atau perbandingan antara guru PNS dengan Honorer berbanding 1 : 1,5," kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Direktur Advokasi Bidang Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi di Bekasi, Ahad, 13 September 2015.

Tingginya persentase guru honorer di daerah disebabkan karena kurangnya perhatian Pemerintah Daerah untuk mengalihkan status menjadi PNS. Hal ini dapat menyebabkan mutu pendidikan jenjang SMP terutama di sekolah negeri diragukan mutunya.

"Soalnya kalau guru honorer penghasilannya cuma antara Rp. 150.000 hingga Rp. 500.000. Guru honorer tidak mungkin bisa maksimal mengabdi kalau dia hanya dihargai dibawah gaji pembantu," ujar Bang Imam, panggilan akrab pemerhati pendidikan ini.

Daerah yang memiliki persentase cukup tinggi guru honorer di SMP adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 39,72%; Provinsi Banten 38,74%; Provinsi Sumatera Selatan 37,29%; Provinsi Riau 35,69%, dan Provinsi Sulawesi Barat dengan 32,86%.

Kamis, 10 September 2015

Menimbang Nasib Guru Honorer di Era Jokowi-Jk

636.468 Orang Berstatus Guru Honorer


Kota Bekasi (BIB) - Pemerintah menjanjikan pengangkatan tenaga honorer (TH) menjadi CPNS tanpa TES secara bertahap mulai tahun 2016 hingga tahun 2020.

Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan per bulan Desember 2014, jumlah guru honorer (tanpa kategori) keseluruhan dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK mencapai 636.468 orang.

Terdiri dari 9.939 Guru Bantu (GB), 470.199 Guru Honorer Daerah (HONDA), 156.332 Guru Tidak Tetap (GTT). Khusus guru bantu yang mengabdi pada sekolah negeri hanya berkisar sebanyak 3.146 orang, sisanya bekerja di sekolah swasta.

Apabila dihitung berdasarkan jenjang pendidikan, dominasi guru honorer berada pada sekolah dasar (SD) yaitu sebanyak 459.927 orang. Kemudian berturut-turut di jenjang SMP 113.138 orang, SMA 33.467 orang dan di SMK sebanyak 23.143 orang.

Berikut ini data guru honorer menurut jenjang di sekolah negeri :

JUMLAH GURU HONORER SD, SMP, SMA/SMK
(PER DESEMBER 2014)

NO
JENJANG
STATUS GURU
GURU BANTU
GURU HONDA
GURU GTT
JUMLAH
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
1
SD NEGERI
1.473
377.174
81.280
459.927
2
SMP NEGERI
475
88.330
24.333
113.138
3
SMA NEGERI
763
2.504
30.202
33.469
4
SMK NEGERI
435
2.191
20.517
23.143

Jumlah
3.146
470.199
156.332
629.677
Sumber : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sudah diolah kembali oleh Sapulidi Riset Center (SRC)

Rabu, 09 September 2015

Saran Untuk Honorer


Pengangkatan Tenaga Honorer di lingkungan Instansi Pemerintah yang dilaksanakan sejak tahun 2005 hingga menjelang akhir tahun 2015 belum juga tuntas. Selama 10 tahun derama pengangkatan status menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) masih berkutat pada keabsahan administrasi.

Banyak tenaga honorer, khususnya guru misalnya terhenti ditengah jalan karena masalah administrasi. Guru Honorer saat proses verifikasi dan validasi data (verval) harus gugur dan mengubur cita-citanya menjadi CPNS karena mereka dinyatakan Berkas Tidak Lengkap (BTL) dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).