Kamis, 07 Februari 2013

Kilas Balik Laporan Banjir Kota Bekasi 2013 (2) : Banjir Kiriman, Perlu Sikap Politik dan Koordinasi Antar Daerah

Kondisi Kali Bekasi Hulu. Foto : IPB


  • MENCARI SOLUSI KOTA BEKASI BEBAS BANJIR (2)

Bekasi Selatan (BIB) - Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur disebutkan sebagai kawasan strategis nasional yang memerlukan penataan ruang secara terpadu.

Penataan ruang dilakukan mulai dari perencanaan, pemanfaatan hingga pengendalian tata ruang di seluruh wilayah tersebut secara integrasi. Salah satu tujuan dari dibentuknya Kawasan Strategis Nasional Jabodetabekjur adalah untuk menanggulangi banjir di daerah hilir yang diakibatkan oleh rusaknya hutan di daerah hulu.

Sebelum membahas masalah Kerjasama antar Daerah terutama antara Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dengan Kota Bekasi, perlu kita telusuri terlebih dahulu kondisi dan keadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi Hulu yang terdiri dari Sub-DAS, yaitu DAS Cikeas dan DAS Cileungsi.

Penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Sub-DAS Cileungsi yang memiliki luas sekitar 26.525,9 ha (67,9%) terbagi lagi dihulunya menjadi ada 4 DAS yaitu Cikeruh (1.790,9 ha), Cibadak (2.497,2 ha), Ciherang (2.071,2 ha) dan Cijanggel (3.480,6 ha). Sedangkan Cikeas sendiri memiliki luas DAS sebesar 11.352,9 ha (29,1%) dan Bekasi Hulu 1.166,2 ha. Sehingga total luas DAS Bekasi Hulu menjadi 39.045,0 ha.

Rabu, 06 Februari 2013

Kilas Balik Laporan Banjir Kota Bekasi 2013 : Perlu Early Warning System

  • MENCARI SOLUSI KOTA BEKASI BEBAS BANJIR (tulisan berseri)


PINTU GERBANG : Pondok Gede Permai (PGP) Jatiasih Bekasi
Pondokgede Permai (PGP) - BIB -- Sejak awal Januari 2013, Kota Bekasi sudah dilanda bencana banjir besar terhitung 2 kali, yakni 18 Januari dan 4 Pebruari 2013. Titik-titik banjir besar (umumnya diatas 1 meter) tidak berpindah, tidak bertambah dan juga tidak berkurang. 

Sekalipun beberapa klaim Pemerintah Kota Bekasi telah mampu mengurangi titik banjir yang tadinya 67 titik tahun 2007 saat ini tinggal 39 titik tahun 2013. Namun, saat bencana banjir tanggal 18 Januari, beberapa titik banjir kembali muncul, sehingga titik tersebut bertambah menjadi 49 titik. 

Tercatat hanya 2 kecamatan yang terbebas dari banjir, yaitu Kecamatan Bantargebang dan Kecamatan Jatisampurna. Kedua kecamatan itu terletak dihulu bagian selatan Kota Bekasi. 

Untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan agar Kota Bekasi "Bebas Banjir", Pemerintah Daerah perlu mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

a. Protap Adanya Early Warning System;

b. Sikap "Politik" dan Target Pemerintah Daerah Membebaskan Banjir di Kota Bekasi;

c. Kota Bekasi Bebas Banjir 2017.