33 Desa Kebanjiran
![]() |
| Banjir di Bekasi, Foto : Detik.com |
Cikarang (BHC) - Hujan ekstrim yang mengguyur Kabupaten Bekasi pada Sabtu Malam, 17 Januari 2026 menyebabkan banjir terjadi di 33 desa pada 16 kecamatan terdampak di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Sebanyak 4.622 KK menjadi korban banjir di Kabupaten Bekasi pada awal tahun baru ini.
Wilayah Terparah banjir tercatat di Desa Karang Raharja dengan ketinggian banjir mencapai 200 cm atau sekitar 2 meter.
Berikut Desa Terdampak Banjir 18 Januari 2026 dari data BPBD Kabupaten Bekasi;
1. KECAMATAN CIKARANG PUSAT
- Desa Hegarmukti (TMA 70-110 cm)
- Desa Pasirranji (TMA 50-120 cm)
- Desa Pasirtanjung (TMA 50-120 cm)
2. KECAMATAN CIKARANG TIMUR
- Desa Jatibaru 9TMA 50-80 cm)
- Desa Karangsari (TMA 100 cm)
3. KECAMATAN CIKARANG BARAT
- Kelurahan Telagaasih (TMA 25-50 cm)
4. KECAMATAN CIKARANG UTARA
- Desa Karangraharja (TMA 200 cm)
- Desa Tanjungsari (TMA 150 cm)
5. KECAMATAN TAMBUN SELATAN
- Kelurahan Jatimulya (TMA 50-70 cm)
- Desa Mangunjaya (TMA 60-110 cm)
- Desa Setiamekar (TMA 100 cm)
6. KECAMATAN TAMBUN UTARA
- Desa Jejalenjaya (TMA 80 cm)
- Desa Karangsatria (TMA 80 cm)
- Desa Sriamur (TMA 80 cm)
- Desa Srimukti (TMA 80 cm)
7. KECAMATAN BABELAN
- Desa Babelankota (TMA 20-80 cm)
- Desa Bunibakti (TMA 30-40 cm)
- Desa Huripjaya (TMA 15-65 cm)
- Desa Kedungjaya (TMA 30-60 cm)
- Desa Muarabakti (TMA 10-20 cm)
8. KECAMATAN CIBITUNG
- Kelurahan Wanasari (TMA 80 cm)
- Desa Muktiwari (TMA 50-60 cm)
9. KECAMATAN TARUMAJAYA
- Desa Pusaka Rakyat (TMA 90 cm)
- Desa Samudra Jaya (TMA 20-50 cm)
10. KECAMATAN CABANGBUNGIN
- Desa Lenggahsari (TMA 10-20 cm)
11. KECAMATAN PEBAYURAN
- Desa Sumbereja (TMA 20-30 cm)
12. KECAMATAN KARANGBAHAGIA
- Desa Karangbahagia (TMA 70 cm)
- Desa Sukaraya (TMA 30-70 cm)
13. KECAMATAN KEDUNGWARINGIN
- Desa Bojongsari (TMA 50-80 cm)
14. KECAMATAN SUKATANI
- Desa Sukamanah (TMA 30-60 cm)
- Desa Sukamulya (TMA 20-50 cm)
15. KECAMATAN SUKAKARYA
- Desa Sukajadi (TMA 50 cm)
16. KECAMATAN SUKAWANGI
- Desa Sukamekar (TMA 80-100 cm)
TANGGUL CITARUM JEBOL
![]() |
| Tanggul Jebol di Muaragembong, Bekasi, Foto: Koran Jakarta |
Pada Senin Malam, 19 Januari 2026, tanggul Sungai Citarum jebol yang mengakibatkan Kampung Bendungan RT.003 RW.005, Desa Pantaibakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Peristiwa tanggul jebol sekitar pukul 23.50 wib malam. Ketinggian banjir antara 100-110 cm di lokasi terdampak.
Akibat tanggul jebol ini, ratusan warga terdampak dan mengungsi.
BANJIR TAMU TIAP MUSIM HUJAN DI BEKASI
Banjir itu sudah seperti tamu rutin di setiap musim penghujan di Bekasi. Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S mengakui kalau Wilayah Bekasi merupakan wilayah rawan bencana banjir.
Hal ini dikarenakan selain wilayahnya banyak perumahan yang dulunya bekas sawah, tegalan, dan rawa, serta banyak perumahan yang tidak menguruk terlebih dahulu agar sesuai dengan peil banjir.
"Bekasi itu dilewati beberapa DAS besar, sebut saja DAS Bekasi, DAS Citarum, DAS Cakung, DAS Sunter, dan DAS Blencong. Kesemua DAS tersebut selalu mengancam permukiman yang dilewatinya. Selain itu, rata-rata perumahan di Bekasi (terutama yang rumah subsidi) membangun di bekas lahan rawa, tegalan dan sawah yang sudah mengering. Sehingga ancaman banjir tiap tahun tetap mengintai," ujar Bang Imam, panggilan akrab pemerhati lingkungan yang tinggal di Bekasi ini.
Dia juga menambahkan, jika Bekasi secara daratan terbagi menjadi wilayah Selatan dan Wilayah Utara. Wilayah Selatan dibatasi dengan Jl. Tol Jakarta-Cikampek, Sungai Kalimalang (Citarum), dan Rel Kereta Api.
Selain itu, rata-rata sungai atau drainase pembuangan di Bekasi (Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi) cendrung lebih tinggi dibandingkan dengan perumahan yang terbangun. Hal ini dikarenakan, karena umunya drainase/sungai-sungai kecil yang menjadi pembuang air dari perumahan merupakan bekas Kali Irigasi/Pengairan dahulunya.
"Jadi, memang sudah terbangun kali/irigasi itu diatas tanah atau lebih tinggi dari pemukiman. Karena dahulu fungsinya untuk mengairi sawah. Sekarang karena sawah berubah fungsi menjadi perumahan, jika perumahan tidak diuruk minimal 1 meter, dapat dipastikan daerah tersebut lebih rendah di banding sungai atau kali yang ada," jelas Bang Imam lagi.
Bahkan, ada anekdot kalau perumahan elit enggan membangun rumah di wilayah utara Bekasi, terutama setelah melewati rel Kereta Api (KA).
Walaupun begitu, saat ini sudah ada perumahan mewah yang terbangun setelah rel KA, sebut saja Perumahan Summarecon Bekasi, Perumahan Harapan Indah, dan Summarecon Crown Gading Kota Baru.
"Ketiga rumah mewah ini selalu terancam banjir akibat kali irigasi bekasi utara, kali irigasi bekasi tengah dan irigasi pulo timaha selalu mengancam. Lihat saja, dibawah akses fly bridge Summarecon Bekasi yang dilewati Kali Irigasi selalu tergenang setiap musim hujan. Jadi, perumahan di Wilayah Utara Bekasi setelah rel KA tidak ada kata bebas dari ancaman banjir," katanya lagi.
Jadi, kesimpulannya Banjir tetap akan mengancam tiap musim penghujan di Bekasi, selain karena drainase buruk, kali yang lebih tinggi dari perumahan, DAS-DAS besar yang melewati Bekasi, juga karena wilayah ini memang dahulunya merupakan rata-rata bekas sawah.
"Jika ingin membeli rumah di kawasan Bekasi, usahakan melakukan survey pada musim hujan. Tanda-tanda jika perumahan rawan banjir adalah jika rumah yang dibangun dekat dengan DAS besar (DAS Bekasi, DAS Citarum, DAS Cakung, DAS Sunter, DAS Blencong). Kemudian apabila perumahan dibangun lebih rendah dari jalan raya pada akses masuknya juga bakal rawan banjir," tegasnya.
Sedangkan tanda-tanda rumah aman dari Banjir di Bekasi, jauhi rumah yang dekat dari sungai besar, drainase besar dan rumah yang dibangun jika dibawah jalan raya. Artinya, untuk peil banjir dianggap aman apabila diurug minimal 1 meter diatas kondisi saat ini.
Selain itu, perumahan di Wilayah Bagian Utara Bekasi cukup rawan banjir, karena sebelumnya merupakan bekas sawah dan sungainya dipastikan lebih tinggi dibanding daratan yang ada.
Banjir di Bekasi terjadi setiap tahun, mulai dari Banjir Lokal akibat Drainase Buruk, Ruang Terbuka Hijau Minim, Rumah Tidak Memiliki RTH Privat, dan Tidak Memiliki Sumur Resapan. Sedangkan Banjir Kiriman Dari "Bogor" terjadi karena luapan air dari sungai-sungai besar yang melewati Bekasi seeperti, Sungai Citarum, Sungai Cibeet, Sungai Cikarang, Sungai Bekasi, Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, Sungai Cakung dan Sungai Sunter dan Sungai CBL.
Banjir juga diakibatkan sungai-sungai kecil seperti Sungai Cilemahbang, Sungai Ciherang, Sungai Cibitung, Sungai Cikedokan, Sungai Blencong, Sungai/Kali Jambe, Sungai Sasak Jarang, Sungai Sadang, Sungai Ulu, Sungai Cipamingkis, dan sungai-sungai kecil lainnya yang dahulu difungsikan sebagai Kali/Irigasi.
#BangImamBerbagi #Banjir #BanjirBekasi #KabupatenBekasi #Muaragembong #Citarum #2026


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara dan komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar. jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke email: bangimam.kinali@gmail.com, WA 0813-14-325-400, twitter: @BangImam, fb: Bang Imam Kinali Bekasi, ig: bangimam_berbagi