LAMAN

Rabu, 16 Mei 2012

125 Tenaga Honorer Dipastikan Gugur

Data Kategori II (dua) Tenaga Honorer dan TKK Kota Bekasi sesuai dengan SE 03/2012 :
- Tenaga Pendidik dan Kependidikan (PTK) 2.438 orang
- TKK Non Disdik 1.230 orang
- Data meragukan 125 orang
- Melewati batas usia 180 orang
Sosialisasi hasil analisa rasio di Kota Bekasi. Foto: Sapulidi
Pondokmelati (BIB) - Sebanyak 125 orang tenaga honorer Kategori II di Kota Bekasi dipastikan gugur dan tidak bisa diproses secara administrasi.

"Ada 125 orang tenaga honorer yang diragukan administrasinya. Dan 180 orang lainnya melewati batas usia yang dipersyaratkan (maksimal 46 tahun per 1 Januari 2006,red)," kata Padlin Kamal, Pelaksana Tugas Badan Kepegawaian Daerah Kota Bekasi, Jum'at (11/05) lalu kepada Tim Advokasi Guru Honorer Kota Bekasi.

Masalah ini menjadi polemik karena menurut BKD Kota Bekasi, sekalipun data tenaga honorer ada yang tidak memenuhi syarat, tetap akan disampaikan ke BKN dan Men PAN-RB.

Sementara hingga berita ini diturunkan, BKD Kota Bekasi belum dapat dikonfirmasi siapa saja nama-nama dari 125 orang data yang meragukan dan 180 orang yang dianggap melebihi batas usia yang dipersyaratkan.

"Percayalah sama kami, biar proses ini berjalan dengan baik. Yang jelas kami tetap berkomitmen untuk memproses data semua guru honorer hingga tuntas dan mendapatkan kejelasan. Kami selalu berkoordinasi dengan BKN dan Men PAN," kata Padlin lagi.

Di tempat terpisah, Ketua Tim Advokasi Guru Honorer Kota Bekasi, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, ST. mengungkapkan Pemerintah Kota Bekasi harus komitmen dan tetap mengumumkan secara transparan siapa saja yang tidak memenuhi syarat tersebut.

"Kalau ini ditutup-tutupi bisa jadi bumerang dan meresahkan guru honorer. Sebaiknya dibuka untuk umum. Atau minimal dipanggil orang yang bersangkutan. Jika tidak, BKD dan Pemkot Bekasi belum dianggap transparan dan hanya memberikan angin sorga," kata Bang Imam panggilan akrabnya.

Sementara pada sosialisasi di SDN Jatiwarna III Kecamatan Pondokmelati, tenaga honorer berharap agar Pemerintah Kota Bekasi lebih serius memperjuangkan nasib guru honorer.

"Utamakan usia kritis terlebih dahulu dan guru yang sudah mengabdi lebih lama," kata salah satu guru honorer.

Minggu depan, Selasa-Rabu, road show sosialisasi hasil analisa rasio guru Kota Bekasi tahun 2012-2016 akan dilaksanakan di Kecamatan Jatisampurna dan Kecamatan Bekasi Utara. ***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara.

komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar.

jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke bangimam.kinali@gmail.com dan SMS 021 931 36 201