Jumat, 11 Desember 2015

5 Indikator Ciri-Ciri Autisme


Jakarta (BIB) - Seorang pakar terkemuka mengungkapkan lima indikator terbesar dari seorang anak penyandang autisme.
Connie Kasari seorang profesor Human Development and Psychology di UCLA mengatakan, tujuannya untuk mengenali tanda anak penyandang autis adalah mencoba menghilangkan beberapa pertanyaan perihal kondisi anak menyandang autis atau tidak, dikutip dari Dailymail, Rabu (9/12/2015).
Autism Spectrum Disorder (ASD) mempengaruhi 1 persen dari populasi global, menurut angka dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Sebuah difabel perkembangan seumur hidup itu mempengaruhi bagaimana seseorang berkomunikasi atau berhubungan dengan orang-orang lain. Hal ini juga mempengaruhi bagaimana mereka memahami dunia di sekitar mereka.
Ada banyak jenis autisme. Terkadang orang sering salah paham atas kecenderungan apakah seorang anak mengalami autisme atau tidak. Karenanya Profesor Kasari telah mengidentifikasi lima pertanyaan yang dapat membantu untuk orangtua mengenali tanda-tanda tersebut.

1. Apakah sang anak mengalami respon ketika namanya dipanggil?

Biasanya dalam perkembangannya, anak akan berusaha mengalihkan perhatian mereka dari suatu objek ketika ia mendengar ada seseorang yang memanggil namanya. Namun, kebanyakan anak yang didiagnosis autisme sering tidak menerima respon atau tidak bereaksi saat nama mereka disebut. Hanya sekitar 20 persen anak yang melakukan respon sebelum didiagnosis autisme ketika mereka mendengar seseorang memanggil nama mereka, dan biasanya anak itu akan melihat ke arah orang tersebut. Tetapi orangtua sering keliru menduga jika anak mereka autis, mereka (orangtua) sering mengira bahwa anaknya hanya memiliki masalah pada pendengaran.

2. Apakah sang anak memiliki perhatian yang baik?

Anak dengan autis memiliki konsentrasi dan perhatian yang kurang maksimal. Contohnya pada anak normal, jika seorang anak menunjuk suatu objek biasanya anak tanpa autis akan menunjuk ke arah objek dengan refleks yang baik. Namun anak dengan autis kesulitan untuk mengarahkan perhatian dalam menunjuk objek yang ingin ia sampaikan kepada orang di sekelilingnya.

3. Apakah sang anak meniru perilaku orang lain?

Seorang anak biasanya meniru tingkah orang lain, baik melalui gerakan wajah (misal: membuat wajah lucu), membuat suara tertentu dengan suara mereka, atau melambai, bertepuk tangan dan membuat gerakan serupa lainnya. Anak dengan autisme, akan lebih jarang meniru gerakan wajah atau gerakan tangan.

4. Apakah sang anak memiliki respon emosional?

Normalnya seorang naka yang melihat mimik orang lain akan melakukan respon serupa atau membalas respon yang mereka lihat. Misal jika ada seseorang yang tersenyum kepadanya, biasanya anak tanpa autis akan tersenyum kembali atau merespon dengan mimik malu-malu. Sedangkan anak dengan autis cenderung tidak memiliki respon emosional, mereka akan terdiam seolah-olah tidak ada satupun orang yang mengajak ia berkomunikasi.

5. Apakah sang anak dapat bermain dengan baik?

Para anak sering melakukan hal-hal seperti mencontoh tindakan ibu atau ayahnya, dan biasanya hal ini terjadi saat mereka beranjak pada usia dua tahun. Sebagai contoh, mungkin seorang anak berpura-pura menjadi seorang ibu dengan cara memandikan bonekanya seperti yang dilakukan sang ibu kepada anaknya. Dan pada anak autis hal tersebut tidak terjadi pada dirinya, biasanya anak autis akan mengalami kesulitan dan hanya bisa berfokus kepada satu objek saja.

Sumber : Liputan6.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara.

komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar.

jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke bangimam.kinali@gmail.com dan SMS/WA 085739986767

twitter: @BangImam

facebook: Bang Imam Kinali Bekasi