Tampilkan postingan dengan label SPMB Sekolah Maung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPMB Sekolah Maung. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2026

Pendaftar Sekolah Maung Jenjang SMK di SPMB Tahun 2026

Dari dari 13 SMK Menjadi 12 SMK


Kota Bekasi (BHC) -
Pendaftaran Sekolah Maung sudah ditutup hingga 29 Mei 2026. Saat ini sedang dilakukan verifikasi dan validasi dokumen hingga 2 Juni 2026.

Pengumuman dilakukan 8 Juni 2026.

Sedianya peserta Sekolah Maung sebanyak 41 SMA/SMK Negeri. Tetapi, belakangan SMK Negeri Manusia Unggul di Purwakarta tidak jadi diikutsertakan, sehingga peserta berkurang menjadi 40 Sekolah Maung.

Dengan rincian 28 SMA Negeri dan 12 SMK Negeri.

Secara umum, pendaftar cukup menjanjikan. Tetapi, jika dipersempit menurut jalur, 3 jalur di jenjang SMK Negeri tidak memenuhi kuota sesuai dengan daya tampung yang disediakan.

Seperti Jalur Potensi Akademik, Jalur Potensi Akademik Kejuaraan dan Kompetensi Non Akademik ternyata jauh dari harapan.

Untuk Jalur Potensi Akademik misalnya dari 791 daya tampung yang tersedia, pelamar calon murid baru cuma 23 orang, setara dengan 2,90%. Artinya ada 768 kursi (97,1%) kosong melompong tanpa pelamar. 

Dan pelamar Kompetensi Akademik Kejuaraan cuma 31 orang (1,96%) pendaftar, padahal kuota yang disediakan mencapai 1.580 kursi. Akhirnya mubajir kursi Kompetensi Akademik Kejuaraan mencapai 1.549 kuris yang setara dengan 98,04% kursi tersisa.

Juga termasuk pada Jalur Kompetensi Non Akademik yang pendaftarnya cuma 943 orang (59,68%), padahal daya tampung yang tersedia sebanyak 1.580 kursi. Dengan demikian tersisa kursi tanpa pelamar sebanyak 637 kursi (40,32%).

Hasil Sementara Seleksi SMA Negeri Sekolah Unggul Maung Jawa Barat Pada SPMB Tahun 2026


Kota Bekasi (BHC) -
Dari 4 jalur seleksi SPMB Sekolah Maung di Jawa Barat, 2 jalur diantaranya "Sepi Peminat" alias pendaftar dibawah daya tampung yang disediakan.

Hal ini terjadi atas 3 kemungkinan, yang pertama (1) calon murid baru enggan mendaftar, (2) minimnya prestasi murid di bidang akademik dan kejuaraan, (3) kurangnya sosialisasi Sekolah Maung.

Ke-3 masalah tersebut tentu saling terkait dan menjadi momok bagi "Program Politik Terburu-buru Kepala Daerah".

Dari 1.185 kursi yang tersedia untuk Jalur Akademik Sekolah Maung jenjang SMA misalnya, hanya 582 pendaftar hingga 31 Mei 2026. Itu artinya, cuma 49,11% pendaftar dari kuota yang disediakan.

Malah ada yang tidak mendapatkan murid sama sekali alias "Jonk" pendaftar. Terjadi di SMA Negeri 1 Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi dan SMA Negeri 1 Paminanan, Kabupaten Cirebon. Selain yang "Jonk", ada juga dengan Nol pendaftar untuk Jalur Kejuaraan pada SMAN 1 Banjar di Kota Banjar, dan SMAN 1 Parigi di Kabupaten Pangandaran.

Direktur Bilqis Haura Consultant, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, mengakui program Sekolah Maung Unggulan "KDM" belum siap tempur.

"Pendaftar di jalur Akademik dan jalur Kejuaraan masih ada yang 'Jonk' peminat, bahkan pada Jalur Kejuaraan jenjang SMA persentasenya cuma 20,17% pendaftar. Memprihatinkan sekali," kata Bang Imam di Bekasi, 1 Juni 2026.

Pendaftar yang lumayan dan membludak hanya di jalur Rapor. Itupun, karena syaratnya cuma nilai rata-rata rapor Semester 1-5. 

"Jadi di jalur ini tidak ada kendala. Rata-rata tingginya peminat bukan karena ingin bersekolah di Sekolah Maung. Cuma mau coba-coba saja, siapa tahu diterima dan tercatat sebagai pelopor Sekolah Maung Jawa Barat, hehehe," jelas Bang Imam, panggilan akrabnya menambahkan.

Selasa, 26 Mei 2026

SPMB Sekolah Maung


Kota Bandung (BHC) -
Sekolah Maung adalah sekolah unggulan jenjang pendidikan menengah atas yang digagasa oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Sebanyak 41 SMA/SMK Negeri menjadi peserta SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 ini.

Seleksi calon peserta didik baru pada Sekolah Maung, terbagi dalam 4 jalur, yaitu; Jalur Potensi Akademik (10%), Jalur Kompetensi Akademik Rapor (50%), Jalur Kompetensi Akademik Kejuaraan (20%), dan Jalur Jalur Kompetensi Non Akademik (20%).

Link SPMB Maung : https://maung-spmb.jabarprov.go.id/