Tampilkan postingan dengan label SPK SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPK SMA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Januari 2026

SPK di Indonesia Tahun 2026


Tangerang Selatan (BHC) -
Persebaran Sekolah dengan Kurikulum Internasional belum merata di Indonesia. 

Saat ini, sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sekolah yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Asing (LPA) disebut Satuan Pendidikan Kerja Sama atau SPK.

Sekolah SPK biasanya memakai kurikulum dan meng-impor guru dari luar negeri, sesuai dengan kurikulum yang di ampu-nya. SPK ini umumnya baru ada di wilayah perkotaan, dan terbanyak di aglomerasi Jabodetabek.

SPK di Indonesia biasanya dimulai dari Kelompok Bermain (KB) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). 

BACA JUGA : SPK SD di Indonesia Tahun 2019

Sebetulnya, sudah banyak sekolah di Indonesia yang menyelenggarakan Kurikulum Internasional (kerja sama). Namun, belum mendapatkan Izin Operasional SPK dan belum memenuhi persyaratan yang di tentukan.

Umumnya, kurikulum internasional di Indonesia antara lain; (a) Kurikulum Montessori, (b) Cambridge International, (c) International Baccalaureate (IB), (d) International Primary Curriculum, (e) Singaporean Primary School Curriculum, (f) Australian Curriculum. Bahkan ada juga dari daerah lain, sebut saja dari Taiwan, Mesir, Maroko, Arab dll.

Minggu, 04 Januari 2026

Ini Jumlah SMA Negeri, Sekolah Rakyat Jenjang SMA, SMA Swasta dan SPK SMA di Indonesia Tahun 2026

15.211 SMA

Jakarta (BHC) - Sejak kewenangan SMA, SMK, dan SLB dibebankan kepada Pemerintah Provinsi, belum banyak sekolah negeri yang terbangun baru alias Unit Sekolah Baru (USB).

Di Tahun Ajaran 2025/2026 ini justru sekolah negeri yang terbangun berupa Sekolah Rakyat Jenjang SD, SMP, dan SMA.

Namun, pengelolaannya tidak di Provinsi melainkan di Kementerian Sosial. Hal ini dikarenakan menyasar peserta didik dari kalangan masyarakat miskin dan sangat miskin.

Tercatat dalam Dapodikdasmen, hingga per tanggal 03 Januari 2026 ada 95 Sekolah Rakyat Jenjang SMA yang sudah berdiri.

Indonesia hingga saat ini baru memiliki 15.211 SMA. Sudah termasuk 7.185 SMA Negeri, 95 Sekolah Rakyat Jenjang SMA, 7.801 SMA Swasta, dan 130 SPK SMA.

Provinsi Jawa Barat tetap menjadi nomor 1 daerah di Indonesia penyumbang SMA terbanyak. Diikuti oleh Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Banten.

Minggu, 14 Juli 2024

Ini Daftar SPK Aktif di DKI Jakarta Tahun 2024

SPK TK. KB, SD, SMP & SMA


Jakarta (BHC) -
PT Bilqis Haura Consultant atau BHC akan menginformasikan keberadaan Satuan Pendidikan Kerjasama atau SPK di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta atau Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Biasanya SPK di Indonesia bekerjasama dengan Cambridge dan IB (International Baccalaureate). SPK menyandingkan Kurikulum Nasional, saat ini Implementasi Kurikulum Merdeka.

Setiap SPK berbeda dalam pelaksanaan dan implementasi sesuai karakter yang dibangun sekolah masing-masing.

SPK di Jakarta dan Bodetabek cukup berkembang. Bahkan saat ini sudah merambah ke berbagai kota besar di Indonesia.

Saat ini jumlah SPK di DKI Jakarta sebanyak 231 SPK. Terdiri dari 37 SPK TK, 23 SPK KB, 71 SPK SD, 59 SPK SMP dan 41 SPK SMA.

Sedangkan persebaran SPK berdasarkan wilayah, Kota Jakarta Selatan sebanyak 88 SPK, Kota Jakarta Utara 66 SPK dan Kota Jakarta Barat sebanyak 55 SPK.

Berikut ini Tabel 1.1. Sebaran SPK Aktif di DKI Jakarta Tahun 2024;

SPK Aktif di Jakarta Tahun 2024

 

No

Kota

Jumlah

SPK di Jakarta

TK

KB

SD

SMP

SMA

 

Jumlah

231

37

23

71

59

41

1

Jakarta Pusat

9

0

0

2

4

3

2

Jakarta Timur

13

3

1

4

3

2

3

Jakarta Barat

55

7

4

19

14

11

4

Jakarta Selatan

88

18

11

26

20

13

5

Jakarta Utara

66

9

7

20

18

12

Sumber: Dapodikdasmen, Kemdikbudristek, diolah Bang Imam Berbagi, 2024