Tampilkan postingan dengan label Perumahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perumahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2026

Banjir Perumahan Subsidi di Jabodetabek Bukan Murni Kesalahan Pengembang Lo

Pemerintah Minta Tanggung Jawab Pengembang

Oleh : Tengku Imam Kobul Moh Yahya S

Banjir yang terjadi di Perumahan Bersubsidi terutama di Kecamatan Sukawangi, Kecamatan Sukatani, Kecamatan Babelan, Kecamatan Tarumajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kecamatan Karangbahagia, Kecamatan Cikarang Barat dan Kecamatan Cibitung tidak murni lo kesalahan pengembang.

Mengapa?

Karena banjirnya melebihi 3 meter itu sudah benar-benar bencana. Dan jika banjir lebih dari 1 meter biasanya berasal dari Sungai. 

Nah, siapa penguasa dan penanggung jawab sungai? 

Untuk DAS Bekasi, DAS Cakung, DAS Sunter dan DAS Blencong yang melewati Bekasi yang bertanggung jawab adalah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Sedangkan DAS Citarum termasuk anak-anak sungainya menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Jika banjir hanya didasarkan pada banjir lokal, misal drainase di perumahan bersubsidi tidak berfungsi atau sudah tertutup bangunan, tentu tidak akan setinggi atau melebihi 1 meter banjirnya.

Terlihat, banjir juga disebabkan karena sungai-sungai besar di sekitarnya mengalirkan banjir menuju perumahan bersubsidi.

Sabtu, 13 September 2025

Daftar Perumahan di Kota Cikarang Tahun 2025


Kota Cikarang (BHC) -
Kota Cikarang begitu berkembang pesat. Selain menjadi kawasan industri, jasa, perdagangan, juga bertumbuh hunian.

Beberapa perumahan mandiri juga muncul, sebut saja Lippo Cikarang, Kota Jababeka dan Kota Deltamas

Banyak juga perumahan bersubsidi di Kota Cikarang dan rumah-rumah cluster. Kota Cikarang seolah tidak mau ketinggalan dengan kota-kota satelit lainnya di Jabodetabek

Kota Cikarang adalah kota modern dengan penuh berbagai fasilitas yang memanjakan penghuninya.

Rabu, 26 Maret 2025

Daftar Perumahan di Kabupaten Bekasi Tahun 2025


Kota Cikarang (BHC) -
Sebagian dan mungkin kebanyakan masyarakat yang bekerja di Jakarta memilih tinggal di Bekasi. Bukan cuma mengincar rumah di Kota Bekasi, saat ini bahkan banyak yang tinggal hingga daerah-daerah di Kabupaten Bekasi.

Hampir semua perumahan di Wilayah Kabupaten Bekasi terancam banjir, baik yang disebabkan karena "Kiriman dari Bogor" maupun buurknya Sanitasi atau Drainase di Bekasi. Hal ini disebabkan karena proses perizinan perumahan dan permukiman di Bekasi tidak mengindahkan autran, seperti peil banjir dan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

BACA JUGA : Daftar Perumahan di Kota Bekasi

Banjir di Bekasi banyak diakibatkan oleh perubahan tata ruang di hulu "Bogor" dan buruknya pemeliharaan drainase di perumahan-perumahan.

Selasa, 19 Desember 2023

Perumahan di Kota Bekasi Tahun 2023

Berapa Sih Jumlah Perumahan di Kota Bekasi?


Kota Bekasi (BIB) -
Mungkin sekitar 700-an perumahan sudah berdiri di Kota Bekasi. Baik berupa perumahan BTN, Cluster, Elit, hingga berbentuk komplek atau kavling. 

Kota Bekasi berkembang seiring perubahan konsep Megapolitan Jabodetabek, dimana Jakarta sebagai pusat bisnis dan kota penyangga menjadi hunian commuter pekerja di Jakarta.

Kota Bekasi sebagai kota metropolitan baru yang berdampak langsung mendapatkan durian runtuh sebagai hunian favorit warga yang bekerja di Jakarta. Sebab, selain masih terjangkau, akses menuju kota ini cukup mudah dibanding dengan kota penyangga lainnya.

Kota Bekasi awalnya didesain sebagai kota Jasa dan Perdagangan. Namun, kenyataannya menjadi kota hunian yang penuh sesak.

Tentu, dampak yang terjadi kemudian adalah masalah macet, iklim atau cuaca terlalu panas, gersang, pengab dan banjir. Karena, jalan-jalan semakin sempit akibat banyaknya kenderaan bermotor. Banjir juga setiap saat terjadi karena drainase perumahan tidak mampu menampung air hujan.

Sehingga daya tampung dan daya dukung lingkungan di Kota Bekasi cukup mengkhawatirkan. 

Pemerhati Lingkungan dan Sanitasi, Tengku Imam Kobul Moh Yahya S mengungkapkan, sudah selayaknya Kota Bekasi mengubah visi misi 2025-2045 menjadikan Kota Bekasi menjadi Hunian Yang Nyaman, Sehat dan Bebas dari Banjir dan Macet.