LAMAN

Kamis, 16 Januari 2020

Bencana Banjir Bekasi Awal Tahun 2020

366.274 Jiwa Mengungsi

Peta Titik Genangan Banjir 1 Januari 2020 di Jabodetabek, Foto: BNPB
Kota Bekasi (BIB) - Banjir di Kota Bekasi diawal Januari 2020 merupakan banjir terparah. Bukan cuma disebabkan karena aliran sungai, tetapi juga karena drainase buruk di sejumlah perumahan.

Jika suaca se-ekstrim malam tahun baru 2020, tidak ada cerita lagi, hampir seluruh sudut Kota Bekasi akan tergenang banjir.

Dari 12 kecamatan secara administrasi di Kota Bekasi, hampir seluruh kecamatan ada titik banjirnya. Ketinggian air pada banjir awal tahun 2020 di Kota Bekasi antara 30 cm hingga 7 meter.

Sedangkan apabila dilihat berdasarkan kategori kelurahan, maka jumlah genangan banjir di Kota Bekasi pada tanggal 1 Januari 2020 sebanyak 43 kelurahan. Sementara jumlah kelurahan yang ada di Kota Bekasi sebanyak 56 kelurahan. Itu artinya hampir 76,78% kelurahan di Kota Bekasi mengalami musibah banjir.
Namun, dari seluruh kelurahan yang dimaksud, bukan berarti seluruh wilayah kelurahan tergenang banjir, melainkan hanya di titik spot-spot tertentu. Bisa jadi skala satu perumahan penuh, hanya satu jalan saja, atau juga banjir hanya untuk lokasi satu RT atau satu RW.

Korban Banjir

Data yang dihimpun berbagai sumber, termasuk Pemerintah Kota Bekasi, BPBD Kota Bekasi dan BNPB, sekitar 102 titik banjir terpantau saat cuaca ekstrim di tahun baru 2020.

Jumlah korban mengungsi akibat banjir mencapai 366.274 jiwa. Menjadikan Kota Bekasi merupakan daerah terpapar terparah banjir awal tahun 2020 di wilayah Jabodetabek.

Berikut ini adalah Tabel 1.1. Jumlah Titik Banjir di Kota Bekasi :


Tabel 1.1 : Jumlah Titik Lokasi Banjir di Kota Bekasi Tahun 2020

No
Kecamatan
No
Kelurahan
No
Titik Lokasi
Tinggi Air
(m²)
1
Bekasi Timur
1
Bekasijaya
1
Jl. Kalimaya, Komplek Patal
1,0 m


2
Durenjaya
2
Komplek Irigasi Danita
1,5 m




3
Perum Duren Jaya
2,0 m




4
Durenjaya RT.01 RT,03 ,RT.06 , RW.01
1,5 m


3
Margahayu
5
Vila Taman Kartini
3,0 m




6
Perum Margahayu
50 cm




7
Margahayu Jaya
1,0 m
2
Bekasi Barat
4
Bintara
8
Jl. Bintara
40-60 cm




9
Bintara Regency
2,0 m


5
Bintarajaya
10
Bintara Jaya
40-60 cm




11
Grand Prima Bintara
50 cm


6
Jakasampurna
12
Vila Jaka Permai
1,0 m




13
Komplek Depnaker
60 cm




14
Bougenville
1,5 m




15
Perum Jatiluhur Raya
1,5 m




16
Perumnas 1 Bekasi
1,0 m




17
Perum Pondok Surya
70 cm




18
Griya Jatisari
1,0 m




19
Kp. Jatimulia
-




20
Kp. Pulo Gede
-




21
Kp. Poncol
-




22
Perumnas 1 Jl. Wijaya
1,5 m


7
Kranji
23
Perum Duta Kranji
1,5 m




24
Perum Kranji, Jl. Beringin Raya
2,0 m




25
Komplek Mas Naga
1,7 m


8
Kotabaru
26
Kotabaru
60 cm
1,0 m
3
Bekasi Selatan
9
Jakamulya
27
Pondok Surya Mandala
-


10
Jakasetia
28
Pondok Timur Mas
1,0 m


11
Kayuringinjaya
29
Komplek Kejaksaan
1,0 m




30
Perum Bumi Satria Kencana (BSK)
70 cm
1,0 m


12
Margajaya
31
RT.03, RT.04, RT.05 di RW.01
60 cm
1,0 m




32
RT.02 RW.02
Sda




33
RT.02 RW.04
Sda




34
RW.03
Sda




35
RW.05
Sda




36
RW.06
Sda




37
RT.04 RW.08 (belakang Polres)
2,5 m


13
Pekayonjaya
38
Pekayon Indah
1,0 m




39
Perum Taman Cikas
2,0 m




40
Komp. Griya Metropolitan
1,3 m




41
Perum Jaka Kencana
3,0 m




42
Delta Barat, Pekayon
2,5 m
4
Bekasi Utara
14
Harapanbaru
43
Kp. Penggilingan Baru, RT.01 RW.02 RW.01
30 cm-60 cm




44
Kp. Penggilingan Baru (Rumah Pemotongan Hewan) RT.01 RT.02 RT.03, RW.02
sda




45
Kp. Penggilingan Baru RT.01 RW.03
sda




46
Kp. Penggilingan Baru RT.01 RT.02 RT.03, RW.04
sda




47
Kp. Penggilingan Baru RT.01 RT.02 RT.03, RW.07
sda




48
Kp. Penggilingan Baru RT.01 RT.02 RT.03 RT.04, RW.08
sda




49
Teluk Buyung RW.07
1,5 m


15
Harapanjaya
50
Komplek Seroja
60 cm


16
Margamulya
51
RW.07 RW.08 RW.09
3,0 m


17
Perwira
52
Vila Mas Indah
1,5 m


18
Telukpucung
53
RT.06 RT.07, RW.02
1,5 m
5
Medansatria
19
Harapanmulya
54
Harapanmulya
1,5 m


20
Kaliabangtengah
55
Pondok Ungu Permai
1,0 m


21
Kalibaru
56
Kalibaru
1,5 m


22
Pejuang
57
Kavling BRI
1,5 m
6
Rawalumbu
23
Bojongmenteng
58
RT.02 RW.01
3 m




59
RT.01 RT.03 RT.04 RT.06 RT.07, RW.02
sda




60
RT.02 RT.04 RT.05, RW.04
sda




61
RT.04, RW.05
sda




62
RT.02 RT.03, RW.06
sda




63
RW.015 (KP. 5)
sda


24
Bojongrawalumbu
64
Narogong
70 cm
1,0 m




65
Kemang Pratama
2,0 m


25
Pengasinan
66
Kampung Pengasinan
60 cm
80 cm




67
Perum Rawalumbu
70 cm




68
Perum Bumi Bekasi Baru
1,0 m




69
Perum Bumi Bekasi Baru Utara
2,0 m




70
Perum Pondok Hijau
1,0 m




71
Pengasinan
1,5 m


26
Sepanjangjaya
72
Sepanjangjaya
2,0 m
7
Mustikajaya
27
Mustikajaya
73
Perum Alamanda 2
1,0 m




74
Mutiara Gading Timur
1,0 m


28
Mustikasari
75
Perum Mayang Pratama
1,5 m




76
Perum Pondok Timur Indah
60 cm
8
Bantargebang
29
Bantargebang
77
Pangkalan 1A
1,0 m




78
Karya Medika RT.02, RW.06
2,5 m


30
Ciketingudik
79
Komplek P&K
1,0 m


31
Cikiwul
80
Perum Vida
-
9
Jatiasih
32
Jatikramat
81
Perum Dosen IKIP
2,0 m




82
Perum Bumi Nasio Indah
1,5 m


33
Jatirasa
83
Perum PGP (RW.08, RW.09, RW.010)
6,0 m




84
Perum Vila Jatirasa
1,5 m




85
Pondok Mitra Lestari
2,5 m


34
Jatiluhur
86
Perum Nusaphala
60 cm
10
Pondokgede
35
Jatibening
87
Komplek AL
1,0 m




88
Prima Lingkar Sari
1,0 m




89
Vila Jatibening Permai
1,0 m


36
Jatibeningbaru
90
Perum Jatibening Baru
1,0 m




91
Perum Srigaveri
1,5 m




92
Perum Jatiagung
50 cm


37
Jaticempaka
93
Jaticempaka
3,0 m


38
Jatimakmur
94
Perum Cahaya Kemang Permai
1,0 m




95
Jatimakmur
60 cm




96
Perum Duta Indah
1,0 m


39
Jatiwaringin
97
Perum Antilop
2,5 m
11
Pondokmelati
40
Jatimelati
98
Perum Puri Gading
-




99
Perum Bulog 3
-


41
Jatirahayu
100
Perum Taman Pondok Gede
-


42
Jatiwarna
101
Perum Akasia
15 cm
12
Jatisampurna
43
Jatiranggon
102
Jl. Usula RT.05, RW.04
-
Sumber :Data di Lapangan, diolah Bang Imam Berbagi, 2020

Ternyata beberapa titik banjir belum terdata diatas, seperti banjir di Perumnas III Bekasi, Perum Wismajaya, Perum Bekasi Jaya Indah Crewed dan sekitarnya. Data diatas hanya terpantau bagi masyarakat yang melaporkan kejadian banjir kepada petugas dan mencatatkannya.

Sedangkan banjir yang tidak dilaporkan tidak dicatatkan oleh petugas dan tidak masuk dalam titik banjir tahun 2020.

Jumlah korban pengungsi juga terdapat perbedaan data antara yang dicatatkan oleh Pemerintah Kota Bekasi cq BPBD Kota Bekasi dengan data Pemerintah Pusat (BNPB). 

Data BNPB misalnya, jumlah pengungsi banjir di Kota Bekasi mencapai 366.274 jiwa. Sedangkan Pemerintah Kota Bekasi mencatatkan korban banjir yang mengungsi sebanyak 149.537 jiwa. Yang terdiri dari 31.783 jiwa lansia, 68.038 jiwa orang dewasa, dan 49.716 jiwa anak-anak.

Sedangkan jumlah kecamatan terdampak banjir versi BNPB adalah 12 kecamatan, 51 kelurahan, dan 104.114 Kepala Keluarga (KK). Pemerintah Kota Bekasi pada hari yang sama mencatatkan data sebaran banjir terjadi di 12 kecamatan, 51 kelurahan, di 83 titik banjir.

Berikut ini tabel 1.2 korban banjir di Jabodetabek :

TABEL 1.2 : DATA BANJIR DI JABODETABEK PER 3 JANUARI 2020

No
Wilayah
Kec
Kel/
Desa
KK
Jiwa
Mening
gal
Hilang
1
DKI Jakarta
28
65
3.843
21.940
9
0
1
Jakarta Timur
10
22
2.318
9.122
7
-
2
Jakarta Selatan
8
19
563
8.104
-
-
3
Jakarta Pusat
3
3
535
2.703
1
-
4
Jakarta Barat
5
15
391
1.103
1
-
5
Jakarta Utara
2
6
36
908
-
-
2
Jawa Barat
40
119
108.694
382.350
29
0
1
Kota Bekasi
12
51
104.114
366.274
3
-
2
Kab. Bekasi
15
35
800
2.846
1
-
3
Kab. Bogor
13
33
3.780
13.230
11
-
4
Kota Bogor
-
-
-
-
11
-
5
Kota Depok
-
-
-
-
3
-
3
Banten
23
85
1.112
5.550
9
1
1
Kota Tangerang
13
42
484
3.350
1
-
2
Kota Tangsel
6
19
200
700
1
-
3
Kab. Lebak
4
24
428
1.500
7
1

Jumlah
91
269
113.649
409.840
47
1
Sumber : BNPB, 2 Januari 2020, Pukul 22.00 wib


Dan Tabel 1.3 data korban banjir yang mengungsi dan tidak mengungsi yang dibuat oleh Pemerintah Kota Bekasi per 3 Januari 2020 :


Tabel 1.3 : Data Korban Banjir Kota Bekasi 2020

No
Uraian
Jumlah  
Ket
1
Kecamatan
12

2
Kelurahan
51

3
Jumlah KK
34.683 KK

4
Jumlah Korban Mengungsi (Jiwa)
149.537 jiwa


1.      Lansia
31.783 jiwa


2.      Dewasa
68.038 jiwa


3.      Anak-anak
49.716 jiwa

Sumber : Pemerintah Kota Bekasi per 3 Januari 2020


Penyebab Banjir

Secara umum hanya ada 2 penyebab banjir di Kota Bekasi, yaitu:
  1. luapan dari Sungai; dan
  2. banjir lokal secara kawasan (permukiman) akibat drainase buruk.
a. Sungai

Sungai besar atau Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melintasi Kota Bekasi ada 3 sungai, yakni (1). DAS Bekasi (Subdas Cileungsi dan Subdas Cikeas), (2). DAS Cakung, dan (3). DAS Sunter.

Ke-3 DAS tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Pusat (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

(1). DAS BEKASI dari hulu; Subdas Cikeas melintasi Kecamatan Jatisampurna dan Kecamatan Jatiasih. Subdas Cileungsi melintasi Kecamatan Bantargebang. Sedangkan pertemuan Subdas Cileungsi dan Subdas Cikeas berada di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Sehingga pertemuan Subdas Cileungsi dan Subdas Cikeas menjadi DAS Bekasi melintasi Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Timur, dan Kecamatan Bekasi Utara.

DAS Bekasi atau Sungai Bekasi (Kali Bekasi) kerap sekali menjadi momok bagi daerah permukiman sekitar bantaran kalinya. Sebab, beberapa perumahan yang berdiri di sekitar bantaran kali (Sempadan Sungai) jika kondisi hujan puncak, merupakan daerah yang lebih rendah dan rentan dialiri air yang berasal dari Sungai Bekasi.

Makanya jangan heran, hampir seluruh perumahan di sepanjang Sempadan Sungai Bekasi sudah dibuat pengaman beton (parapet/tanggul) ada yang setinggi sekitar 3-5 meter. Nah, jika puncak hujan seperti awal Januari sekarang ini, kerap kali tanggul-tanggul beton (parapet) tersebut ambruk, bocor, dan juga jebol.

Jika sudah ambruk, bocor dan jebol, tentu saja akan membanjiri wilayah yang lebih rendah seperti yang terjadi sekarang ini.

BACA JUGA : 

Selain tanggul ambruk, bocor dan jebol, karena air yang sangat banyak, air juga melimpas (limpas) melewati atas tanggul. Jadi, kerap juga tanggulnya utuh, tetapi air melimpas hingga atas tanggul yang menjadikan pengamanan tanggul tidak lagi berfungsi mencegah banjir ke perumahan sepanjang Sempadan Sungai Bekasi.

Banjir diperparah juga akibat kurang sigapnya tutup-buka pintu air di Bendung Bekasi. Karena apabila pintu air terlambat dibuka, menyebabkan banjir (air limpas) dari tanggul di wilayah Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Rawalumbu, dan Kelurahan Margahayu (Kecamatan Bekasi Timur).

Sebaliknya, apabila air dilepas (dibuka) di pintu air Bendung Bekasi, menyebabkan banjir lebih cepat masuk ke wilayah Kecamatan Bekasi Selatan (Kayuringinjaya, Margajaya), Kecamatan Bekasi Timur, dan Kecamatan Bekasi Utara serta menyebabkan banjir juga di wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Hal ini dikarenakan operasional pintu air Bendung Bekasi tidak digunakan untuk pengendali banjir. Dan saat ini, pemegang otoritas buka-tutup pintu air Bendung Bekasi adalah PJT 2.

Jadi, dilemanya apabila pintu air terus ditutup saat Sungai Bekasi meluap akan membanjiri kawasan Jatiasih, Bekasi Selatan, Rawalumbu, sebagian Bekasi Timur dan Bantargebang. Sebaliknya, apabila dibuka maka akan menggenangi Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara (Kota Bekasi) dan Babelan (Kabupaten Bekasi).

Banjir yang meneggelamkan Pondok Gede Permai (PGP), Kemang IFI Graha, Kemang Pratama, Pondok Mitra Lestari, Sepanjangjaya, Margahayu (Hutan Bambu) disebabkan karena tanggul bocor, jebol, ambruk dan limpas.

BACA JUGA :

Untuk banjir di Vila Kartini, Margahayu, Bekasijaya, Teluk Buyung, Kayuringinjaya, dan Margajaya disebabkan karena air Sungai Bekasi balik arah melewati drainase yang seharusnya menuju sungai. Sudah dibuat pengaman seperti pintu air di Kali Rawa Tembaga (Islamic Center) untuk mengamankan perumahan di Kelurahan Kayuringinjaya (Perumnas I Bekasi, Perumnas II Bekasi, Komplek Kejaksaan, BSK, Komplek Keuangan, Komplek Wika dan lainnya).

Namun, karena volume air yang melimpah dari drainse tersebut, sehingga pompa yang disiapkan tidak mampu membuang air dengan cepat kembali ke DAS Bekasi.

(2). DAS CAKUNG : Sungai Cakung atau DAS Cakung melewati Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Pondokmelati, Kecamatan Jatiasih, dan Kecamatan Bekasi Barat (dahulu sebelum adanya Banjir Kanal Timur, DAS Cakung kerap juga membanjiri Kecamatan Medansatria, namun saat ini penyebab banjir di wilayah ini lebih disebabkan akibat drainase yang buruk. Wilayah Medansatria masuk dalam DAS Blencong yang juga masih kewenangan Pemerintah Pusat (KemenPUPR).

Banjir yang terkanal meneggelamkan perumahan yang disebabkan oleh DAS Cakung, antara lain Bumi Nasio Indah, Jatikramat, Komplek Dosen IKIP, Komplek AL Jatibening, Duta Kranji dan Perumahan Harapan Baru dan sekitarnya. 

Perlu diketahui, DAS Cakung saat ini kondisinya tidak lagi merupakan bentuk sungai alam, melainkan sudah menjadi drainase yang dikiri dan kanannya sudah beton semua hingga berakhir di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Bekasi Barat dan masuk ke Banjir Kanal Timur (BKT).

(3) DAS SUNTER : Sungai Sunter ini merupakan pembatas antara Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Bekasi terutama di wilayah Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Pondokmelati, dan Kecamatan Pondokgede.

DAS Sunter juga sudah tidak alami, berbagai pendangkalan akibat sedimen dan pembetonan (tanggul) di kiri dan kanan sungai oleh pengembang (perumahan dan apartemen).

Nah, kata-kata populer banjir yang disebabkan curah hujan tinggi di hulu dan membuat air bah melimpah di Sungai Bekasi, Sungai Cakung dan Sungai Sunter menyebabkan setiap perumahan di sepanjang sempadan sungai nya terkena banjir. 

Banjir seperti ini dimasyarakat lebih terkenal dengan istilah "Kiriman Dari Bogor".

BACA JUGA :

b. Drainase

Banjir yang disebabkan akibat drainase yang buruk hingga tertutup sedimen dan tumpukan sampah juga banyak terjadi di Kota Bekasi. Beberapa titik banjir disebabkan oleh drainase yang tidak mampu menampung air yang melimpah akibat hujan lokal. 

BACA JUGA :

Pola drainase di Kota Bekasi ada 3 tipe, yaitu:
  • Sungai Alam : yakni beberapa sungai-sungai kecil yang melintas di Kota Bekasi. Ada beberapa kali kecil yaitu; Kali Jambe, Kali Sasak Jarang, Kali Blencong, Kalimalang, Kali Krupuk/Kali Baru. Sungai-sungai alam ini sudah menjadi drainase saat melewati perumahan. Banyak tertutup oleh parkir, jalan, sampah dan sedimen. Selain itu sungai kecil ini sudah melebihi kapasitas daya tampung saat musim hujan. Sehingga kalau hujan lokal akan menyebabkan banjir.
  • Saluran (Kali Irigasi Skunder) : dahulu sebelum Bekasi Kota berkembang menjadi kota metropolitan masih banyak sawah dan rawa. Sehingga pemerintah membuatkan saluran air untuk mengairi sawah di Bekasi. Beberapa Saluran/Kali Irigasi Sekunder yang melewati Kota Bekasi diantaranya, Saluran Rawalumbu, Saluran Irigasi Bekasi Pangkal, Saluran Irigasi Bekasi Utara, Saluran Irigasi Pulo Timaha, Saluran Irigasi Tanah Tinggi, Saluran Irigasi Bekasi Tengah, Saluran Pondok Ungu, dan Saluran Bogor Panggarutan. Karena sawah sudah berubah menjadi perumahan, saluran irigasi kemudian bertransformasi menjadi drainase. Yang jadi masalah adalah, saluran-saluran tersebut dibuat lebih tinggi dari perumahan yang dilewatinya. Sehingga jika ada hujan lokal, saluran itu melimpas ke perumahan yang dilewatinya alias banjir lokal.
  • Melewati Kegiatan Strategis Nasional : banyak drainase, saluran dan sungai kecil terhambat oleh Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kalimalang, dan Rel Kereta Api. Sehingga saat air melimpah tidak dapat melewati kegiatan strategis ini, karena dibangun terlalu rendah.
Drainase yang buruk juga disebabkan karena pendangkalan akibat sedimentasi, banyaknya sampah, hingga daya tampung drainase yang dibuat dengan yang membuang tidak seimbang. Akibatnya beberapa daerah yang disebabkan karena drainase buruk juga menyebabkan banjir di Kota Bekasi.

Daerah rawan banjir karena drainase buruk berada di Kecamatan Bantargebang, Kecamatan Mustikajaya, Kecmatan Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Medansatria, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Pondokgede, dan Kecamatan Pondokmelati.

BACA JUGA :

Jadi pola penyebab terjadinya banjir di Kota Bekasi banyak dipengaruhi oleh DAS (Kerusakan Hutan di Hulu) dan drainase yang buruk, juga terkait penataan tata ruang yang kurang memperhatikan daya dukung lahan.

Dengan demikian, tentu masih banyak PR Walikota Bekasi untuk membebaskan warganya dari bencana banjir.

BACA JUGA :
1. Fakta Permasalahan Banjir di Kota Bekasi 
 
#BangImamBerbagi
#Banjir
#KotaBekasi
#2020 

Banjir Jabodetabek 1 Januari 2020, Grafik :BNPB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara dan komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar. jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke email: bangimam.kinali@gmail.com, WA 0813-14-325-400, twitter: @BangImam, fb: Bang Imam Kinali Bekasi, ig: bangimam_berbagi