LAMAN

Senin, 21 November 2016

MUARAGEMBONG PERLUKAH DIREKLAMASI SEPERTI JAKARTA?

DARI LANGGANAN BANJIR MENJADI KAWASAN ELIT TANJUNG GEMBONG, BEKASI

Kawasan Emas Tanjung Gembong, Bekasi, foto: istimewa
Muaragembong (BIB) - Reklamasi Jakarta akan berdampak juga sampai ke pantai utara Bekasi di kawasan Kecamatan Muaragembong. Hanya kapan akan dibangun, mungkin tinggal menunggu waktu yang tepat.

Untuk siapa bangunan nan megah ini, tentunya hanya untuk orang-orang berduit. Bisa jadi akan dijual ke asing.

Dari gambar-gambar yang beredar di internet, master plant Tanjung Gembong, Bekasi ini mirip seperti bangunan-bangunan megah yang ada di Singapura dan Hongkong.

Bangunan tinggi menjulang ke atas langit persis akan dibangun di pinggir pantai. Tentu saja sudah memakai teknologi anti gempa dan teknologi penahan abrasi.



Entahlah, proyek ini akan berhasil dibangun, atau memang hanya sebatas rancangan dan angan-anagan.

Beberapa hari ini jika melihat gejala musim hujan dari Nopember 2016 hingga Februari 2017 mendatang, Muaragembong kerap kebanjiran dan nyaris tenggelam. 

Perhatian pemerintah daerah untuk wilayah ini memang sangat kurang, dan boleh dikata 'kurang danta' kata orang Bekasi.

Warga muaragembong ya mirip speperti warga Kelas II di Bekasi, kayak anak tiri, begitulah.

Kalaupun ada perhatian, ya hanya sebatas kegiatan sosial dan tidak memiliki solusi nyata.

Kalau sudah ada kawasan terpadu Tanjung Gembong, nanti kemana akan digusur warga asli ????

Ah .... masih angan-angan, tetapi perlu dicermati dan diwaspadai 

Megah Kawasan Emas Tanjung Gembong, Bekasi
Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (TKPSDA WS 2CI)

FOTO-FOTO DESA PANTAI BAKTI, DESA PANTAI BAHAGIA DAN DESA PANTAI MEKAR, KECAMATAN MUARAGEMBONG YANG KEBANJIRAN BULAN NOPEMBER 2016 AKIBAT TANGGUL KALI CITARUM JEBOL. KALI CITARUM MELUAP JUGA DISEBABKAN KIRIMAN DARI KALI CIBEET (FOTO: GUNS)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara dan komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar. jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke email: bangimam.kinali@gmail.com, WA 0813-14-325-400, twitter: @BangImam, fb: Bang Imam Kinali Bekasi, ig: bangimam_berbagi