Senin, 01 Mei 2017

670 Madrasah Berdiri di Kabupaten Bekasi Hingga Tahun 2017

5.061 Guru Aktif & 191 Guru Tidak Aktif


Babelankota (BIB) - Pendidikan keagamaan atau sekolah madrasah memiliki kontribusi penting dalam peningkatan pendidikan di Indonesia, pun terjadi hal yang sama di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Salah satu Pahlawan Nasional, KH Noer Alie merupakan tokoh sekaligus anak santri dari Bekasi.

Berdasarkan data di Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, jumlah madrasah yang sudah aktif di Kabupaten Bekasi saat ini mencapai 670 lembaga.

Terdiri dari 277 Raudlatul Athfal (RA), 214 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 136 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 43 Madrasah Aliyah (MA).

Sayangnya, madrasah-madrasah ini hanya mampu bersaing dipinggiran dan hanya sedikit sekali yang unggul di wilayah perkotaan dan padat permukiman.


Sejumlah madrasah malah kekurangan murid dan kurang perhatian dari masyarakat maupun pemerintah. Padahal, dalam ulasan awal jelas-jelas pendirian Bekasi dipelopori oleh ulama-ulama asal madrasah dan pendidikan keagamaan.

Direktur Sosial dan Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi dalam kesimpulan awalnya melihat redupnya pendidikan madrasah di Bekasi diakibatkan madrasah kurang mampu bersaing dengan sekolah umum.

"Madrasah bisa menjadi unggulan, apabila mampu menjadi pilihan siswa. Bila ingin menjadi pilihan, tentu madrasah harus mengembangkan SDM, sarana prasarana yang unggul dan berkualitas, serta memiliki ekstrakurikuler yang menonjol. Saat ini masih minim ditemui di Bekasi," kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Direktur Sosial dan Pendidikan, LSM Sapulidi di Bekasi, Senin, 01 Mei 2017.

Kenyataannya saat ini hanya segelintir yang memilih sekolah di madrasah. Selain kurang peminat, beberapa madrasah sarana dan prasarananya banyak yang sudah usang.

"Gedungnya tidak kekinian, metode belajarnya juga kurang greget. Memang ada yang sudah melakukan pola boarding school, tapi masih sedikit, belum terlihat signifikan," jelas Bang Imam, panggilan akrab pemerhati pendidikan yang tinggal di Bekasi ini.

Selain itu, keengganan orang untuk memilih madrasah karena belum ada jaminan untuk mulus masuk ke perguruan tinggi, ternama.

"Kalau niat mau ingin kuliah, siswa memilih sekolah umum. Padahal, banyak perguruan tinggi agama Islam juga yang unggulan. Mungkin karena kurang promosi, sehingga pendidikan keagamaan kalah dengan sekolah umum," ujar Bang Imam lagi.

Tetapi yang menarik menurut Bang Imam, bahwa madrasah umumnya sudah mampu sebagai pelaksana kurikulum 2013. Soal ini, madrasah di Bekasi lebih siap ketimbang sekolah umum.

"Madrasah cukup responsif menerima kurikulum 2013. Madrasah lebih siap, walaupun sarananya kurang mendukung, saya salut sekali," puji Bang Imam yang sehari-hari menjadi konsultan pendidikan anak usia dini ini.

Hasil beberapa nilai ujian juga banyak diungguli oleh siswa asal madrasah, termasuk pelajaran yang dianggap sulit seperti matematika, fisika, kimia dan biologi. Secara umum, madrasah sudah melaksanakan proses belajar mengajar pada standar pelayanan minimal (SPM).

"Tetapi harus punya cita-cita menjadi madrasah yang unggul dan berkualitas," pinta Bang Imam lagi.

Berikut ini jumlah madrasah dari RA, MI, MTs hingga MA di Kabupaten Bekasi tahun : 2017

KONDISI MADRASAH DI KABUPATEN BEKASI TAHUN 2017

NO
KECAMATAN
MADRASAH
RA
MI
MTS
MA
TOTAL
(01
(02)
(03)
(04)
(05)
(06)
(07)

Jumlah
277
214
136
43
670
1
Cikarang Pusat
1
1
0
0
2
2
Cikarang Timur
7
3
5
1
16
3
Cikarang Barat
32
11
6
2
51
4
Cikarang Selatan
15
2
2
1
20
5
Cikarang Utara
28
9
10
3
50
6
Tambun Selatan
56
11
11
2
80
7
Tambun Utara
30
7
2
0
39
8
Babelan
52
34
13
7
106
9
Tarumajaya
30
23
11
4
68
10
Muaragembong
2
14
3
1
20
11
Cabangbungin
2
9
6
2
19
12
Pebayuran
7
9
7
1
24
13
Kedungwaringin
4
4
3
0
11
14
Sukatani
9
15
10
4
38
15
Sukakarya
6
10
5
1
22
16
Karangbahagia
10
4
9
2
25
17
Sukawangi
7
10
7
2
26
18
Tambelang
4
6
3
2
15
19
Cibitung
33
9
5
2
49
20
Setu
13
9
9
4
35
21
Serangbaru
6
5
4
1
16
22
Cibarusah
5
5
3
1
14
23
Bojongmangu
0
4
2
0
6

Sumber : Sapulidi Riset Center (SRC) Mei 2017

Informasi lainnya tentang guru dan tenaga kependidikan (GTK). Jumlah guru madrasah di Kabupaten Bekasi sebanyak 5.252 orang. Terdiri dari 5.061 guru aktif dan 191 guru tidak aktif.

Sedangkan jumlah pegawai saat ini mencapai 530 orang. Terdiri dari 462 orang masih aktif memgabdi di madrasah, sedangkan sisanya sebanyak 68 orang sudah tidak aktif lagi.

#BangImamBerbagi #RA #MI #MTs #MA #KabupatenBekasi #2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara.

komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar.

jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke bangimam.kinali@gmail.com dan SMS/WA 085739986767

twitter: @BangImam

facebook: Bang Imam Kinali Bekasi