Jumat, 18 Desember 2015

Ini Panduan Penilaian Untuk SD pada Kurikulum 2013


Sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), maka PANDUAN PENILAIAN UNTUK SEKOLAH DASAR dilakukan berdasarkan sesuai dengan ukuran pencapaian kompetensi siswa.

Sistem penilaian harus melalui prinsip-prinsip penilaian, sehingga hasil penilaian dapat digunakan untuk :
  • mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik
  • bahan penyusunan laporan penilaian kemajuan hasil belajar
  • memperbaiki proses pembelajaran
Karakteristik Penilaian Kurikulum 2013

1. Belajar Tuntas

Peserta didik harus mendapatkan pencapaian minimal dari kompetensi setiap muatan pelajaran yang harus dikuasai peserta didik dalam kurun waktu tertentu.

~ ketuntasan belajar aspek sikap (KI-1 dan KI-2) ditunjukkan dengan prilaku baik peserta didik. Apabila peserta didik belum menunjukkan kriteria baik maka guru harus melakukan umpan balik dan pembinaan sikap secara langsung dan terus-menerus.

~ ketuntasan belajar berdasarkan aspek pengetahuan (KI-3) dan aspek keterampilan (KI-4) ditentukan oleh satuan pendidikan atau sekolah. Bagi peserta didik yang belum mendapatkan nilai ketuntasan belajar pad aspek ini, maka sekolah kesempatan terhadap siswa untuk perbaikan (remedial teaching). Namun, peserta didik diperkenankan melanjutkan pembelajaran selanjutnya sebelum kompetensi tersebut tuntas. Sekolah harus mengetahui sedini mungkin kesulitan peserta didik sehingga segera dapat diatasi dan diperbaiki.

2. Otentik

Penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi secara holistik. Caranya dengan penilaian secara bersama antara aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kondisi nyata dan apa adanya.

Penilaian harus dilakukan berdasarkan berbagai bentuk dan teknik penilaian. Misalnya penilaian bukan saja diukur dari pengetahuan siswa, tetapi dapat juga dilakukan dengan mengukur apa yang sudah dapat dilakukan oleh siswa.

3. Berkesinambungan

Selama pembelajaran penilaian harus dilakukan berkesinambungan dan terus menerus. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar siswa, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dengan menggunakan berbagai bentuk penilaian.

4. Penilaian Bentuk dan Teknik Bervariasi

Penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan dapat diterapkan berbagai metode dan teknik, misalnya tes tertulis, tes lisan, penugasan, penilaian kinerja (praktek dan produk), penilaian proyek, portofolio, dan pengamatan atau observasi.

5. Berdasarkan Acuan Kriteria

Artinya penilaian siswa tidak diberikan dan tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap ketuntasan yang telah ditetapkan. Kriteria ketuntasan ditetapkan oleh sekolah dengan mempertimbangkan karakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran dan kondisi sekolah.

Kompetensi dan Teknik Penilaian

a. Penilaian Sikap ~ penilaian terhadap siswa baik dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler maupun kegiatan kurikuler yang meliputi sikap spritual dan sosial. Teknik penilaian sikap harus dilakukan berbeda, karena lebih ditujukan membina prilaku sesuai budi pekerti dalam rangka pembentukan karakter siswa pada proses pembelajaran.

~ sikap spritual ditunjukkan dengan,
  1. ketaatan beribadah
  2. berprilaku bersyukur
  3. berdo'a sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
  4. toleransi dalam beribadah.
~ sikap sosial ditunjukkan dengan sikap :
  1. Jujur : upaya menjadikan siswa sebagai orang yang selalu dapat di percaya dalam hal perkataan, tindakan dan pekerjaan.
  2. Disiplin : menunjukkan prilaku tertib dan patuh pada ketentuan dan peraturan
  3. Tanggung Jawab : melaksanakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara, Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Santun : prilaku hormat pada orang lain dengan bahasa yang baik
  5. Peduli : memberi bantuan terhadap orang lain yang membutuhkan
  6. Percaya Diri : memiliki kemampuan sendiri melakukan kegiatan dan tindakan.
~ teknik penilaian sikap dilakukan oleh guru kelas, guru mulok, guru agama, guru PJOK, dan pembina ekstrakurikuler. tekniknya menggunakan observasi, wawancara, catatan anekdot (anecdotal record), catatan kejadian tertentu (incidential record), sebagai unsur penilaian utama.Untuk konfirmasi penilaian siswa dapat juga dilakukan teknik penilaian diri dan penilaian antar teman.

b. Penilaian Pengetahuan : dilakukan dengan cara mengukur penguasaan siswa yang mencakup pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam berbagai tingkatan proses berpikir. Teknik penilaian bisa dengan tes tulis, lisan dan penugasan.

c. Penilaian Keterampilan : mengindentifikasi karakteristik kompetensi dasar yang diukur dengan penilaian kinerja, penilaian proyek dan penilaian portofolio. Penilaian menggunakan angka 0-100.

Contoh-Contoh Penilaian

~ Ketaatan Beribadah
  • perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,
  • mau mengajak teman seagamanya untuk melakukan ibadah bersama,
  • mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah,
  • melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama, misalnya: sholat, puasa.
  • merayakan hari besar agama,
  • melaksanakan ibadah tepat waktu
~ Berprilaku Bersyukur
  • perilaku menerima perbedaan karakteristik sebagai anugerah Tuhan,
  • selalu menerima penugasan dengan sikap terbuka,
  • bersyukur atas pemberian orang lain,
  • mengakui kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta,
  • menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman,
  • tidak mengeluh,
  • selalu merasa gembira dalam segala hal,
  • tidak berkecil hati dengan keadaannya,
  • suka memberi atau menolong sesama
  • selalu berterima kasih bila menerima pertolongan
~ Berdo'a Sebelum dan Sesudah Kegiatan
  • perilaku yang menunjukkan selalu berdoa sebelum atau sesudah melakukan tugas atau pekerjaan,
  • berdoa sebelum makan,
  • berdoa ketika pelajaran selesai,
  • mengajak teman berdoa saat memulai kegiatan,
  • mengingatkan teman untuk selalu berdoa,
~ Toleransi Beribadah
  • tindakan yang menghargai perbedaan dalam beribadah,
  • menghormati teman yang berbeda agama,
  • berteman tanpa membedakan agama,
  • tidak mengganggu teman yang sedang beribadah,
  • menghormati hari besar keagamaan lain,
  • tidak menjelekkan ajaran agama lain
~ Jujur
  • tidak mau berbohong atau tidak mencontek,
  • mengerjakan sendiri tugas yang diberikan guru, tanpa menjiplak tugas orang lain,
  • mengerjakan soal penilaian tanpa mencontek,
  • mengatakan dengan sesungguhnya apa yang terjadi atau yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari,
  • mau mengakui kesalahan atau kekeliruan,
  • mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan,
  • mengemukakan pendapat sesuai dengan apa yang diyakininya, walaupun berbeda dengan pendapat teman,
  • mengemukakan ketidaknyamanan belajar yang dirasakannya di sekolah
  • membuat laporan kegiatan kelas secara terbuka (transparan),
~ Disiplin
  • mengikuti peraturan yang ada di sekolah,
  • tertib dalam melakspeserta didikan tugas,
  • hadir di sekolah tepat waktu,
  • masuk kelas tepat waktu,
  • memakai pakaian seragam lengkap dan rapi,
  • tertib mentaati peraturan sekolah,
  • melaksanakan piket kebersihan kelas,
  • mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah tepat waktu,
  • mengerjakan tugas/pekerjaan rumah dengan baik,
  • membagi waktu belajar dan bermain dengan baik,
  • mengambil dan mengembalikan peralatan belajar pada tempatnya,
  • tidak pernah terlambat masuk kelas
~ Tanggung Jawab
  • menyelesaikan tugas yang diberikan ,
  • mengakui kesalahan,
  • melaksanakan tugas yang menjadi kewajibannya di kelas seperti piket kebersihan,
  • melaksanakan peraturan sekolah dengan baik,
  • mengerjakan tugas/pekerjaan rumah sekolah dengan baik,
  • mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah tepat waktu,
  • mengakui kesalahan, tidak melemparkan kesalahan kepada teman,
  • berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah,
  • menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam kelompok di kelas/sekolah,
  • membuat laporan setelah selesai melakukan kegiatan
~ Santun
  • menghormati orang lain dan menghormati cara bicara yang tepat,
  • menghormati guru, pegawai sekolah, penjaga kebun, dan orang yang lebih tua,
  • berbicara atau bertutur kata halus tidak kasar,
  • berpakaian rapi dan pantas
  • dapat mengendalikan emosi dalam menghadapi masalah, tidak marah-marah
  • mengucapkan salam ketika bertemu guru, teman, dan orang-orang di sekolah,
  • menunjukkan wajah ramah, bersahabat, dan tidak cemberut,
  • mengucapkan terima kasih apabila menerima bantuan dalam bentuk jasa atau barang dari orang lain
~ Peduli
  • ingin tahu dan ingin membantu teman yang kesulitan dalam pembelajaran, perhatian kepada orang lain,
  • berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah, misal: mengumpulkan sumbangan untuk membantu yang sakit atau kemalangan,
  • meminjamkan alat kepada teman yang tidak membawa/memiliki,
  • menolong teman yang mengalami kesulitan,
  • menjaga keasrian, keindahan, dan kebersihan lingkungan sekolah,
  • melerai teman yang berselisih (bertengkar),
  • menjenguk teman atau guru yang sakit,
  • menunjukkan perhatian terhadap kebersihan kelas dan lingkungan sekolah
~ Percaya Diri
  • berani tampil di depan kelas,
  • berani mengemukakan pendapat,
  • berani mencoba hal baru,
  • mengemukakan pendapat terhadap suatu topik atau masalah,
  • mengajukan diri menjadi ketua kelas atau pengurus kelas lainnya,
  • mengajukan diri untuk mengerjakan tugas atau soal di papan tulis,
  • mencoba hal-hal baru yang bermanfaat,
  • mengungkapkan kritikan membangun terhadap karya orang lain,
  • memberikan argumen yang kuat untuk mempertahankan pendapat
Untuk lebih jelasnya, silahkan download dokumen berikut ini PANDUAN PENILAIAN UNTUK SEKOLAH DASAR KURIKULUM 2013

#BangImamBerbagi #PanduanPenilaianSD #Kurikulum2013 #2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara.

komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar.

jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke bangimam.kinali@gmail.com dan SMS/WA 085739986767

twitter: @BangImam

facebook: Bang Imam Kinali Bekasi