Minggu, 08 November 2015

Tata Cara Pindah Sekolah ke Kota Bekasi

Perpindahan Awal Semester II

Kota Bekasi (BIB) - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah mengatur tata cara pindah sekolah (mutasi peserta didik) dari luar Kota Bekasi maupun pindahan keluar Kota Bekasi.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 31 Tahun 2015 tentang Mutasi Peserta Didik bahwa perpindahan siswa baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta dapat dilakukan pada awal semesteran.

Misalnya untuk Kelas 7 SMP/MTs dan Kelas 10 SMA/SMK/MA atau sederajat perpindahan siswa dilakukan pada Semester II setelah menerima nilai raport Semester I.

Sedangkan perpindahan siswa Kelas 6 SD/MI dan Kelas 9 SMP/MTs serta Kelas 12 SMA/SMK/MA dan sederajat bisa diterima paling lambat akhir Agustus.

Perpindahan bisa dilakukan baik di sekitar Jabodetabek, Jawa Barat maupun seluruh Indonesia termasuk siswa asing/sekolah luar negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku,

Larangan

Bagi peserta didik atau siswa SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan sederajat dilarang melakukan pindah sekolah dalam satu wilayah kecamatan. Kecuali siswa SD dan sederajat masih dapat mutasi.

"Untuk siswa SD yang tidak bisa mutasi bila dilakukan dalam 1 kelurahan. Kalau satu kecamatan boleh," ujar Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Direktur Advokasi Bidang Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Sapulidi.

Begitu juga kepada siswa yang berasal dari sekolah swasta bisa diterima berpindah ke sekolah negeri di kecamatan yang berbeda asalkan daya tampung atau kursi kosong masih tersedia di sekolah negeri yang dituju.

"Termasuk siswa dari luar Kota Bekasi walaupun berasal dari sekolah swasta dapat diterima di sekolah negeri di Kota Bekasi apabila masih ada kursi kosong," jelas Bang Imam, panggilan akrab pemerhati pendidikan ini.

Sementara itu bagi siswa yang berasal dari sekolah keagamaan binaan Kementerian Agama bisa berpindah ke sekolah negeri di Kota Bekasi dengan terlebih dahulu mendapatkan Surat Rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat asal siswa tersebut.

Ada ketentuan yang harus dipenuhi siswa bila ingin melakukan mutasi ke sekolah di Kota Bekasi.

"Mereka harus mengikuti serangkaian tes akademik di sekolah yang akan dituju, bila lulus boleh diterima," ujarnya.

Peraturan ini (soal mutasi peserta didik) mulai berlaku sejak 1 Juli 2015 dan sekaligus menjadi aturan perubahan terhadap Peraturan Walikota Bekasi Nomor 22.A Tahun 2013 tentang Tata Cara Mutasi Peserta Didik.

"Persyaratan mutasi minimal, ada surat pengantar dari Dinas Pendidikan sekolah asal, sedang ketentuan diterima selain harus mengikuti tes akademik di sekolah yang dituju, juga tentunya harus ada ketersediaan bangku kosong. Kalau penuh, mau ditarok dimana?" terangnya lagi.

Sedangkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Bekasi untuk jenjang SMP, SMA dan SMK sudah 100% menggunakan online. Dan daya tampung bagi siswa luar Kota Bekasi dibatasi hanya sebanyak 5% dari daya tampung yang ditentukan.

Saat ini jumlah SMP Negeri sebanyak 43 lembaga, SMA Negeri 18 lembaga, dan SMK Negeri sebanyak 12 lembaga yang tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi.

"Perpindahan siswa SD dan sederajat lebih mudah, karena umumnya daya tampung masih cukup tersedia dan banyak pilihan," ungkap Bang Imam.

1 komentar:

  1. kalau masalah biaya administrasi nya ada gak ya pak? di atur oleh pemerintah atau gak?
    mengingat sekarang ini meski di atur oleh pemeritah ttpi masih tetap ada kecurangan terlebih untuk wali murid yang belum paham atau pengetahuan yang kurang

    BalasHapus

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara.

komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar.

jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke bangimam.kinali@gmail.com dan SMS/WA 085739986767

twitter: @BangImam

facebook: Bang Imam Kinali Bekasi