Rabu, 23 September 2015

Puluhan Sekolah Belajar Tanpa Plafon

BEKASI - Puluhan sekolah di Kota Bekasi hingga sekarang kondisinya masih memprihatinkan. Bahkan sebagian besar siswa terpaksa belajar di ruang kelas tanpa atap plafon. Ironisnya, sampai sekarang belum ada rencana pembangunan sekolah rusak.

"Masih banyak sekolah rusakyang sama sekali belum dibangun. Selama ini yang dibangun hanyalah pembangunan lanjutan. Kalau yang baru-baru tidak ada," kata Direktur LSM Sapulidi, Khotibul Imam (maksudnya Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S), Selasa (22/9) kemaren.

Kondisi sekolah yang sama sekali belum tersentuh untuk pembangunan, kata Imam, sebanyak 71 sekolah. Data itu tercatat sejak tahun 2014 lalu. Dia mengaku, tahun 2015 ini, pemerintah daerah kebanyakan melaksanakan proyek lanjutan saja.

"Kalau memang ada sekolah yang mendapat bantuan pembangunan, itu hanya proyek lanjutan tahun sebelumnya," jelasnya.

Dia mengaku, kondisi sekolah di Kota Bekasi  memang sangat memprihatinkan. Salah satunya seperti sekolah yang ada di Kelurahan Sumur Batu, dan Jatiasih. Di wilayah itu diakuinya, kondisi bangunannya sudah tidak layak. Salah satunya, sekolah di dua wilayah itu, sudah tidak memakai bagian atap ruang kelas.

"Karena tripleknya sudah diambil semua, lantaran sudah rusak," ucapnya.


Keterlambatan pembangunan bangunan sekolah itu, kata Imam, dikarenakan minimnya serapan anggaran. Saat ini, Dinas Bangunan yang bertanggung jawab atas seluruh pembangunan sekolah di Kota Bekasi.

"Dinas Bangunan sepertinya takut, sehingga takut melakukan penyerapan anggaran," ucapnya.

Imam menjelaskan, kondisi sekolah yang mengalami kerusakan ada di bangunan SD dan SMP. Karena kondisi bangunannya sudah banyak yang sudah tua.

"Hampir rata-rata kondisi bangunan itu sudah berusia 5 tahun keatas," jelasnya.

Sementara itu, anggota fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kota Bekasi, Lumban Toruan mengatakan, kondisi ini sangat memprihatinkan. Apalagi, Bekasi sendiri memprioritaskan pendidikan berkualitas.

"Jangan sampai hanya gara-gara sarana yang tidak memadai bisa mengganggu kenyamanan belajar siswa," ucapnya. (dny)

Sumber : Harian Indopos, halaman 12, Rabu, 23 September 2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara.

komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar.

jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke bangimam.kinali@gmail.com dan SMS/WA 085739986767

twitter: @BangImam

facebook: Bang Imam Kinali Bekasi